Minuman Sehat
Kelihatannya sepele. Tapi, ibu hamil memang tidak boleh minum sembarangan.
Minuman bisa jadi masalah jika Anda tidak cermat memilihnya. Karena, kesehatan Anda dan janin yang jadi “taruhannya”. Makanya, teliti sebelum menentukan pilihan.
Apa saja yang boleh?
Sebetulnya, ada 4 jenis minuman yang oke untuk ibu hamil. Ke-4 jenis minuman itu adalah:
* Air putih . Seberapa banyak pun air putih yang diminum tidak akan berakibat buruk bagi kesehatan Anda. Bahkan, air putih sangat sehat bagi tubuh, yakni memperlancar aliran darah. Jadi, minumlah 2 liter air putih yang setara dengan 8 gelas setiap harinya.
* Susu . Mimunan ini merupakan sumber kalsium dan vitamin D terbaik, apalagi bagi janin yang memerlukan kalsium untuk pertumbuhan tulangnya. Mengingat kebutuhan kalsium meningkat selama hamil, sebaiknya Anda mengonsumsi susu sekitar 2 gelas setiap harinya. Pilihlah susu khusus untuk ibu hamil, karena telah diperkaya dengan berbagai vitamin dan mineral, seperti asam folat.
* Jus buah . Satu gelas jus buah dalam sehari bisa menjadi cara yang terbaik untuk mendapat vitamin. Meski begitu, jangan mementingkan minum jus ketimbang air putih atau tidak mengonsumsi vitamin yang diberikan oleh dokter Anda. Karena, bisa jadi vitamin dari buah dan sayur yang Anda konsumsi tidak mencukupi kebutuhan tubuh Anda.
* Sport drink . Minuman ini berfungsi menggantikan zat elektrolit yang hilang ketika tubuh berkeringat. Jadi, jika Anda aktif, sport drink memang bisa jadi pilihan. Tapi, kalau Anda tidak banyak bergerak, minuman ini tidak diperlukan. Minum air putih saja sudah cukup. Ingat, sport drink sama sekali bukan pengganti air putih dan biasanya mengandung zat pengawet yang justru kurang baik bagi kesehatan. Sebaiknya, Anda berkonsultasi dulu dengan dokter Anda.
Ini yang perlu dihindari
Terlalu banyak mengonsumsi kafein yang terkandung dalam kopi, teh, softdrink , dan cokelat, tidak baik bagi kehamilan. Terlalu banyak mengonsumsi kafein dikhawatirkan menyebabkan keguguran di trimester pertama, atau bayi lahir dengan berat badan rendah. Itu sebabnya, dosis minuman berkafein yang dianjurkan saat hamil adalah tidak lebih dari satu cangkir sehari.
Minuman yang sama sekali tidak boleh dikonsumsi ketika hamil adalah alkohol. Dalam situs www.pregnancytoday.com disebutkan, mengonsumsi alkohol setiap hari berakibat cukup fatal. Anda berisiko melahirkan bayi dengan keterbelakangan mental, kelainan sistem saraf pusat, atau lahir meninggal! Minum alkohol sesekali pun dapat menyebabkan keguguran dan bayi lahir dengan berat badan rendah. Jadi, hindari bir, wine, dan minuman beralkohol lainnya.
Laila Andaryani Hadis ( ayahbunda-online.com)
Konsultasi ilmiah: dr. Pauline Endang, Sp.Gizi, Bagian Gizi - RS Fatmawati, Jakarta.
Untung Buat Si Janin
Nutrisi Penting Masa Hamil
Benarkah wanita hamil harus makan dengan porsi dua kali lebih banyak dari wanita biasa? Dari segi kualitas memang jawabannya adalah ya. Tapi dari segi kuantitas jawabannya adalah tidak. Dalam mengkonsumsi makanan, ibu hamil harus memperhitungkan nilai gizi makanan yang dikonsumsi, baik bagi dirinya maupun janin yang ada dalam kandungannya
Kebutuhan gizi akan terus meningkat, terutama setelah memasuki kehamilan trimester kedua. Sebab pada saat itu, pertumbuhan janin berlangsung sangat cepat. Jangan heran jika berat badan ibu pun turut naik pesat. Ini berbeda dengan kehamilan pada trimester pertama. Pada saat ini pertumbuhan janin masih belum begitu pesat, sehingga kebutuhan gizinya juga belum optimal.
Pada dua bulan terakhir kehamilan, otak bayi berkembang sangat cepat. Pada periode ini, gizi diperlukan bagi pengembangan otak dan jaringan saraf sang bayi. Usahakanlah makan setiap 4 jam sekali. Sebab, meskipun Anda tidak lapar, kemungkinan bayi Anda yang lapar.
Hal lain yang perlu diperhatikan, meskipun nafsu makan meningkat, tetaplah berpegang pada pola makan dengan gizi seimbang. Jangan asal makan karena lapar mata.
Sebaiknya ibu hamil menghindari makanan berkalori tinggi seperti cokelat dan es krim. Harus diingat pertambahan berat badan ideal selama masa kehamilan adalah berkisar antara 10-15 kg.
Pada tabel berikut dapat dilihat komponen utama gizi dan kecukupan yang dianjurkan (RDA) dari Food Nutrition Board, National Research Council :
Recommended Dietary Allowance 9th Ed. Washington DC, Nacional Academy Sciences, 1980:
3 Komposisi Utama
Kebutuhan harian Wanita usia 19 - 50 th
Kebutuhan tambahan harian wanita semasa:
Hamil Menyusui
Protein (g) 44 +30 +20
Zat Besi (mg) 18 +30-60 +30-60
Kalsium (mg) 800 +400 +400
Makanan dengan gizi seimbang dapat diperoleh dari karbohidrat dan lemak sebagai sumber zat tenaga, protein sebagai sumber zat pembangun, serta vitamin dan mineral sebagai zat pengatur. Sebagai sumber tenaga yang menghasilkan kalori, karbohidrat dapat diperoleh dari serealia, umbi-umbian. Sementara protein sebagai sumber zat pembangun dapat diperoleh dari daging, ikan, telur, kacang-kacangan, dan sebagai sumber zat pengatur, vitamin dan mineral dapat diperoleh dari buah-buahan dan sayur-sayuran. Tambahan vitamin, baik B kompleks, vitamin A, vitamin C, vitamin D, maupun vitamin E diperlukan ibu hamil untuk meningkatkan kebugarannya.
Vitamin B kompleks dijumpai pada serealia, biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran hijau, ragi, telur dan produk susu. Vitamin B kompleks berguna untuk menjaga sistem saraf, otot dan jantung agar berfungsi secara normal.
Vitamin D berguna untuk pertumbuhan dan pembentukan tulang bayi Anda. Sumbernya terdapat pada minyak hati ikan, kuning telur dan susu.
Vitamin E berguna bagi pembentukan sel darah merah yang sehat. Makanlah lembaga biji-bijian terutama gandum, kacang-kacangan, minyak sayur dan sayuran hijau.
Asam folat berguna untuk perkembangan sistem saraf dan sel darah, dan banyak terdapat pada sayuran berwarna hijau gelap seperti bayam, kembang kol dan brokoli. Pada buah-buahan, asam folat banyak terdapat pada jeruk, pisang, wortel dan tomat. Kebutuhan asam folat selama hamil adalah 800 mcg per hari, terutama pada 12 minggu pertama kehamilan. Kekurangan asam folat dapat mengganggu pembentukan otak, sampai cacat bawaan pada susunan saraf pusat maupun otak janin.
Zat besi yang dibutuhkan ibu hamil agar terhindar dari anemia (kurang darah), banyak terdapat pada sayuran hijau (seperti bayam, kangkung, daun singkong, daun pepaya), daging dan hati.
Salah satu makanan dengan kandungan gizi yang lengkap adalah susu. Susu mengandung kalsium bagi pertumbuhan tulang dan gigi janin, serta melindungi ibu hamil dari penyakit osteoporosis (keropos tulang). Jika kebutuhan kalsium ibu hamil tidak tercukupi, maka kekurangan kalsium akan diambil dari tulang ibunya. Sumber kalsium yang lain adalah sayuran hijau dan kacang-kacangan.
Selain itu, susu juga mengandung banyak vitamin, seperti vitamin A, D, B2, B3, dan vitamin C. Zat-zat gizi ini juga terdapat pada produk olahan susu, seperti keju, es krim, yoghurt.
Makanan yang Harus Dihindari
Ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari oleh ibu hamil, karena kemungkinan membawa bibit penyakit atau parasit tertentu yang membahayakan janin. Jenis bibit penyakit / parasit yang membahayakan kandungan dan terbawa dalam makanan adalah:
· Listeria
Dapat menyebabkan keguguran, bayi lahir mati, atau keracunan darah. Bakteri listeria monocytogenes banyak terdapat pada :
- produk unggas (termasuk telur), ikan atau daging sapi yang diolah setengah matang.
- Selada, buah dan sayuran yang tidak dicuci bersih, terutama bila dimakan dalam keadaan mentah.
- Beberapa jenis keju lunak, seperti Brie, Camembert, Blue Cheese serta keju lain yang dibuat dari susu kambing atau domba.
· Bakteri E. Coli
Sering ditemukan pada daging yang diolah setengah matang, dan susu yang tidak mengalami pasteurisasi. Racun yang dikeluarkannya dapat merusak usus dan ginjal.
· Salmonella dan Toksoplasma
Untuk menghindari infeksi bakteri jenis ini, sebaiknya Anda tidak mengkonsumsi daging dan telur dalam bentuk mentah atau setengah matang.
sumber: Ibu Sari - Sudirman "info-sehat.com"
Makanan Ibu Hamil
Kebutuhan makanan bagi ibu hamil lebih banyak daripada kebutuhan untuk wanita tidak hamil,
kegunaan makanan tersebut adalah :
- Untuk perumbuhan janin yang ada dalam kandungan.
- Untuk mempertahankan kesehatan dan kekuatan badan ibu sendiri.
- Agar supaya luka-luka persalinan lekas sembuh dalam nifas.
- Guna mengadakan cadangan untuk masa laktasi
Caranya :
1. Ibu harus makan teratur tiga kali sehari.
2. Hidangan harus tersusun dari bahan makanan bergizi yang terdiri : makanan pokok, lauk pauk, sayuran dan buah-buahan dan diusahan minum susu 1 gelas setiap hari.
3. Pergunakan aneka ragam makanan yang ada.
4. Pilihlah, belilah, berbagai macam bahan makanan yang segar.
Berapa banyak makanan yang dibutuhkan
Bila kondisi badan si ibu tidak terganggu maka jumlah atau besar makanan yang dapat dimakan ialah seperti tercantum pada lampiran. Namun bila terjadi gangguan masa kehamilan maka dapat diatur sebagai berikut :
1. Pada Trisemester I :
Pada umur kehamilan 1-3 bulan kemungkinan terjadi penurunan berat badan. Hal ini disebabkan adanya gangguan pusing, mual bahkan muntah. Untuk itu dianjurkan porsi makanan kecil tetapi sering. Bentuk makanan kering atau tidak berkuah.
2. Pada Trisemester II :
Nafsu makan ibu membaik, makan makanan yang diberikan : 3 x sehari ditambah 1 x makanan selingan. Hidangan lauk pauk hewani seperti : telur, ikan, daging, teri, hati sangat baik dan bermanfaat untuk menghindari kurang darah.
3. Pada Trisemester III :
- Makanan harus disesuaikan dengan keadaan badan ibu.
- Bila ibu hamil mempunyai berat badan kelebihan, maka makanan pokok dan tepung-tepungan dikurangi, dan memperbanyak sayur-sayuran dan buah-buahan segar untuk menghindari sembelit.
4. Bila terjadi keracunan kehamilan/uedem (bengkak-bengkak pada kaki) maka janganlah menambah garam dapur dalam masakan sehari-hari.
Berapa yang anda butuhkan setiap hari ?
Nama Bahan, Berat Gram Ukuran Rumah Tangga
Beras 300 4 gelas nasi
Daging 75 3 potong sedang
Tempe 75 3 potong kecil
Sayuran 300 3 gelas
Buah 200 2 potong
Susu 200 1 gelas
Gula 10 1 sendok makan
Minyak 25 5 sendok makan
Selingan 2 X
Nilai gizi
- Kalori : 2500 - Lemak : 82
- Protein : 85 - H.A. : 414
Pembagian makanan sehari :
Waktu Jenis Makanan Jumlah (gr) Ukuran
Pagi
- Nasi 200 1¼ gls
- Daging 50 1 ptg
- Telur 25 ½ btr
- Tempe -
- Sayuran 50 ½ gls
- Minyak 10 1 sdm
- Gula 10 1 sdm
jam 10.00
- Susu 200 1 gls
- Gula 10 1 gls
Siang
- Nasi 250 1¾ gls
- Daging 50 1 ptg
- Telur 50 1 btr
- Tempe 50 1 ptg
- Sayuran 75 ¾ gls
- Minyak 15 1½ sdm
- Buah 100 1 bh
jam 16.00
- Kacang Hijau 25 2 sdm
- Gula 15 1½ sdm
Sore
- Nasi 250 1¾ gls
- Daging 50 1 ptg
- Telur 25 ½ btr
- Tempe 50 1 ptg
- Sayuran 75 ¾ gls
- Minyak 10 1 sdm
- Buah 100 1 bh
Contoh Menu
Pagi
- Susu manis
- Nasi
- Telur ceplok
- Kering tempe
- Tumis kacang panjang
Jam: 10.00
- Bubur kacang ijo
Siang
- Nasi
- Ikan goreng
- Botok tempe, kemangi, melandingan
- Sayur asam
- Pepaya
Jam : 16.00
- Kolak labu kuning + pisang
Malam
- Nasi
- Smoor daging + tahu
- Orak-arik wortel + kool
- Pisang
Pesan- pesan penting bagi ibu hamil
- Ibu hamil harus makan dan minum lebih banyak dari pada saat tidak hamil.
- Untuk mencegah kurang darah selama hamil ibu harus banyak makan makanan sumber zat besi, seperti sayuran hijau tua, tempe, tahu, kacang hijau, kacang merah dan kacang-kacangan lainnya, telur, ikan, dan daging.
- Jangan lupa minum tablet tambah darah 1 butir setiap hari.
- Untuk mencegah gigi rontok dan tulang rapuh, ibu hamil harus banyak makan-makanan sumber zat kapur, seperti : kacang-kacangan, telur, ikan teri/ikan kecil yang dimakan bersama tulangnya, sayuran daun hijau.
- Kenalilah gejala kurang darah (Anemia) selama kehamilan, yaitu :
pucat, pusing, lemah dan penglihatan berkunang-kunang.
- Selama hamil makanlah beraneka ragam makanan dalam jumlah yang cukup.
- Bila nafsu makan ibu kurang, makanlah makanan yang segar-segar, seperti : buah-buahan, sari buah, sayur bening, dsb.
- Hindari pantangan terhadap makanan, karena akan merugikan kesehatan ibu.
- Hindari merokok dan minum-minuman keras karena akan membahayakan keselamatan ibu dan janin.
- Jangan lupa memeriksakan diri kepada bidan atau Puskesmas secara teratur, agar ibu dan kandungannya tetap sehat.
sumber: Ibu Sari - Sudirman, "balita-anda.indoglobal.com"
Makanan Apa Yang Harus Di Hindari Selama Kehamilan?
Banyak pertanyaan dikalangan ibu hamil tentang makanan apa saja yang boleh dan yang sebaiknya dihindari selama masa kehamilan, dan kenapa?
Ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari selama kehamilan karena mereka dapat menyebabkan infeksi-infeksi seperti; salmonella,toksoplasmosis,listeria, E.coli, yang dapat membahayakan bayi dalam kandungan anda.
• Jangan makan daging mentah (sushi) atau yang dimasak kurang matang, karena mengandung Toksoplasmosis sebuah parasit yang dapat menyebabkan infeksi serius pada janin anda dan juga E.coli, yang berbahaya bagi ibu hamil dan janin.
• Toksoplasmosis terdapat pada sayuran yang tidak dicuci dengan baik, oleh karena itu bersihkan sayuran anda dengan baik, apalagi untuk salad atau lalapan yang dimakan mentah. Hindari juga kotoran kucing atau bermain-main dengan kucing selama kehamilan karena mengandung toksoplasmosis.
• Jangan makan daging ayam dan telur yang dimasak kurang matang atau mentah , hindari makan hati ayam/daging yang mungkin sumber dari salmonella, yang dapat menyebabkan diare yang berat pada ibu hamil. Juga diperhatikan piring, alat-alat masakan yang terkena daging ayam mentah ini untuk dicuci.
• Ikan tuna steak, ikan sea bass, shark, atau ikan-ikan berukuran besar yang diketahui mengandung tingkat mercuri yang tinggi yang dapat menyebabkan kerusakan saraf jika dimakan dalam jumlah besar. FDA rekomendasi ikan tuna dan ikan ukuran besar ini sebatas 12 ons perminggu
• Keju lunak seperti brie dan camembert, blueveined cheese juga keju dari susu kambing dan domba, serta jangan minum susu yang tidak di pasteurisasi. Semua produk ini mempunyai resiko membawa listeria. Listeria tipe bakteri yang mampu menembus plasenta dan menyebabkan infeksi janin, pada dewasa tidak ada gejala atau seperti flu. Listeria dapat menyebabkan keguguran,kelahiran premature, dan keracunan dalam darah. Sebaiknya hindari makanan jenis ini sampai melahirkan bayi anda.
• Jangan minum yang mengandung alcohol dapat menyebabkan kelainan perkembangan pada janin ada juga problem emosional pada bayi.
• Minuman yang mengandung cafein seperti kopi, teh sebaiknya di hindari atau dibatasi karena kopi dapat memperngaruhi berat badan rendah pada bayi, keguguran dan juga cafein mengurangi penyerapan zat besi.
Ingatlah perkembangan bayi dalam kandungan anda tergantung dari apa yang anda makan selama kehamilan.
© Dr.Suririnah-infoibu
Zat makanan sangat penting bagi ibu hamil karena berfungsi untuk perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, kebutuhan akan zat makanan harus selalu terpenuhi di dalam tubuh ibu hamil karena janin memerlukan gizi untuk perkembangannya.
Menurut Dr. Tina Wardhani Wisesa, kehamilan sangatlah memiliki arti yang sangat penting bagi kehidupan perempuan karena dapat mempengaruhi kondisi fisiologis dan kejiwaan. Dijelaskan, dalam masa ini akan terjadi penurunan nafsu makan akibat faktor fisik maupun psikis sering muncul diawal kehamilan. Untuk mengatasi hal tersebut, sebaiknya ibu hamil makan dalam jumlah kecil tetapi sering.
Makanan yang dimakan, kata Tina, juga hendaknya tidak kekurangan dan tidak juga kelebihan. Namun, yang pasti haruslah banyak mengandung gizi dan cukup mengandung vitamin dan mineral yang banyak yang diperlukan di dalam tubuh ibu hamil. Sebab, ibu hamil sangat memerlukan zat makanan yang lebih banyak dari biasanya karena ibu hamil makan bukan saja untuk kebutuhan dirinya melainkan juga untuk kebutuhan janinya yang berada dalam tubuh.
sumber: www.indokini.com/kesehatan/kes1023.shtml
Makanan Sarat Serat
Perubahan kerja sistem pencernaan selama hamil tak akan menyusahkan bila Anda tak lupa mengonsumsi serat.
Proses kehamilan yang Anda jalani dapat menyebabkan terjadinya berbagai perubahan pada kerja sistem organ tubuh Anda. Salah satunya adalah sistem pencernaan. Tak jarang perubahan ini menimbulkan keluhan berupa sembelit. Dengan memasukkan serat di dalam daftar menu Anda sehari-hari, keluhan sembelit pun teratasi.
Peristaltik melambat
Ketika kehamilan memasuki trimester ke-2, produksi hormon progesteron yang meningkat di dalam tubuh dapat mengakibatkan proses pencernaan jadi berjalan lebih lambat. Ini karena tingginya kadar hormon progesteron menghambat gerak peristaltik otot pencernaan dan menyebabkan otot-otot saluran pencernaan jadi lebih kendur. Padahal, peningkatan hormon progesteron ini bertujuan memperkuat dan menahan janin di dalam rahim.
Gerak peristaltik itu sendiri merupakan kontraksi ritmik otot saluran pencernaan agar makanan berjalan lancar. Nah, adanya gangguan peristaltik otomatis menghambat proses pembuangan, sehingga timbul keluhan sembelit.
Saat kehamilan menginjak trimester ke-3, janin yang makin besar membutuhkan ruang yang lebih luas, sehingga ia menekan rahim. Akibatnya, terjadilah tekanan pada beberapa bagian perut, terutama di bagian bawah. Inilah yang kemudian jadi salah satu penyebab timbulnya sembelit.
Serat, jalan keluarnya
Salah satu cara menghindari dan mengatasi gangguan sembelit adalah memperbanyak konsumsi makanan berserat, terutama berupa buah-buahan dan sayuran.
Serat makanan sebenarnya tergolong karbohidrat, tapi yang tidak dapat dicerna, sehingga akan dikeluarkan kembali bersama kotoran dan sisa makanan (“sampah”) lainnya. Serat tidak dapat dicerna tubuh karena tidak dapat diuraikan (dihidrolisa) oleh enzim pencernaan.
Ada serat yang sifatnya larut di dalam air, seperti kacang-kacangan, apel, buah pir, biji-bijian dan havermut. Sementara serat yang tidak larut dalam air misalnya wortel, roti gandum, beras merah, tomat, pepaya, dan timun.
Serat yang dapat mengatasi sembelit adalah yang bersifat tidak larut dalam air. Serat ini akan membuat “sampah” menjadi lebih padat, karena menyerap air yang terkandung di dalamnya. Volume “sampah” yang menjadi lebih besar akan merangsang otot-otot saluran pengeluaran berkontraksi dan mendorong “sampah” keluar.
Selain serat, memperbanyak konsumsi air juga akan sangat membantu. Jangan lupa, lakukan pula olahraga ringan, seperti jalan kaki. Aktivitas ini merangsang otot-otot rektum (saluran pembuangan sekitar anus) mendorong “sampah” dikeluarkan. Maka, bebaslah Anda dari gangguan sembelit.
Serat “Buatan”, Bermanfaatkah?
Kini di pasaran tersedia beberapa jenis “minuman” yang konon mengandung serat tinggi. Itu sebabnya, “minuman” ini dimanfaatkan sebagai “obat” mengatasi sembelit. Masalahnya, amankah “minuman” ini untuk ibu hamil?
“Minuman” berserat ini umumnya dibuat dari bahan baku berupa ekstrak sejumlah tanaman, tapi sifatnya larut dalam air. Itu sebabnya, “minuman” ini sebenarnya tidak banyak membantu mengatasi masalah sembelit. Karena, yang dibutuhkan tubuh adalah serat alami yang bersifat tidak larut dalam air, yakni yang berasal dari sayuran dan buah-buahan segar.
Bagi Anda yang senang dengan kepraktisan dari “minuman” berserat ini, sebaiknya tidak mengonsumsinya pada saat perut kosong, karena akan menyerap cairan di dalam perut. Juga, jangan lupa minum yang banyak, dan jangan mengonsumsi serat dalam jumlah terlalu banyak. Karena, serat bersifat “mengikat” zat-zat nutrisi lainnya, seperti kalsium dan vitamin, sehingga penyerapan oleh tubuh menjadi berkurang. Padahal, tubuh Anda selama masa kehamilan ini, khususnya pada trimester ke-3, membutuhkan asupan vitamin dan mineral dalam jumlah yang lebih banyak.
Sri Lestariningsih
Konsultasi ilmiah: dr. Srimurni Probo Prastowo, SpGK, Bagian Ilmu Gizi, FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
Superfoods untuk “Supermom”
Selama kehamilan, Anda harus benar-benar mempertanggungjawabkan apa yang Anda masukkan ke dalam tubuh.
Benar! Kini, apa pun jenis makanan dan minuman yang Anda konsumsi, janin Anda pun akan ikut “mencicipinya”. Itu sebabnya, Anda harus memperhatikan dengan baik setiap suap makanan dan setiap teguk minuman Anda. Karena, melalui makanan dan minuman yang Anda pilih itulah, janin memperoleh semua zat nutrisi yang ia butuhkan
Nah, agar proses tumbuh-kembangnya optimal, superfoods bisa menjadi salah satu pilihan Anda.
Apa sih, superfoods itu?
Istilah superfoods, masih agak asing. Ini diakui dr. Srimurni Prastowo, SpGK dari Departemen Ilmu Gizi FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo. “Setahu saya, istilah superfoods masih belum populer. Itu hanya istilah untuk menu yang terdiri dari berbagai jenis bahan makanan alami, sehingga menghasilkan kombinasi zat-zat nutrisi lengkap yang dibutuhkan oleh tubuh, termasuk ibu hamil, agar tumbuh-kembang janinnya berlangsung optimal.”
Istilah superfoods ini diperkenalkan pertama kali oleh seorang dokter dari Scripps Memorial Hospital di La Jolla, California, dan University of California di San Diego, Amerika Serikat, Steven G. Pratt, M.D., FACS di dalam bukunya “Superfoods RX: Fourteen Foods That Will Change Your Life”. Di dalam bukunya tersebut, terdapat sederet daftar sumber bahan makanan nabati yang dianjurkan. Nah, menu yang dibuat dari kombinasi bahan-bahan makanan itulah yang dikenal sebagai superfoods.
Superfoods dipercaya dapat mencegah timbulnya berbagai penyakit. Tak heran bila kemudian muncul panduan menu superfoods bagi ibu hamil yang ditulis Dr. Jane Horti, seorang dokter spesialis gizi anak dari London, Inggris, seperti yang dilaporkan artikel “Pregnancy Superfoods Revealed” di BBC News edisi 10 Januari 2001. “Panduan itu sebetulnya ditulis untuk membantu para ibu hamil yang ‘bingung’ dalam memilih menu yang sehat dan aman selama masa kehamilannya. Jadi, panduan menu superfoods merupakan alternatif sumber zat nutrisi yang berasal dari bahan makanan alami, terutama nabati.”
Mengurangi keluhan
Manfaat mengonsumsi menu superfoods bagi kesehatan sudah banyak diteliti. Namun, bagaimana pengaruh superfoods ini terhadap keluhan yang muncul selama masa kehamilan?
Superfoods selama masa kehamilan dapat menghindarkan ibu hamil dari keluhan yang biasa muncul, misalnya morning sickness dan anemia. Munculnya keluhan ini, menurut Kate Barber dalam artikelnya “Pregnancy Superfoods” di majalah Pregnancy & Birth edisi Juli-Agustus 2005, antara lain bisa disebabkan oleh zat-zat nutrisi yang dibutuhkan janin tidak terpenuhi dengan baik. Sehingga, janin akan “mengambilnya” dari cadangan di dalam tubuh ibu hamil.
Tentang menu bagi ibu hamil ini, dr. Srimurni yang seorang dokter spesialis gizi ini berpendapat, “Memang, menu yang dikonsumsi oleh ibu hamil, harus mengandung semua zat nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang janinnya secara lengkap. Yakni, mengandung karbohidrat, protein, lemak, sayuran, serta vitamin dan mineral.”
Lantas, apakah benar bila seluruh kebutuhan gizi selama hamil terpenuhi dengan baik, maka munculnya keluhan-keluhan kehamilan, seperti anemia, mudah kelelahan, kram, serta morning sickness dapat dicegah?
“Selama masa kehamilan, kebutuhan energi meningkat sebesar 300 kalori, protein antara 15 hingga 17 gram, asam folat 200 mikrogram, kalsium 150 miligram, dan yodium 50 miligram. Jadi, superfoods dapat ditambahkan dalam menu yang yang biasa dikonsumsi saat tidak sedang hamil. Nah, dengan mengonsumsi makanan sesuai kebutuhan tubuh ibu hamil dan janinnya, maka pembentukan energi, sel darah merah dan jaringan, baru dapat berjalan optimal. Khusus untuk keluhan morning sickness, pencegahannya tidak mutlak hanya dari pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi melibatkan banyak faktor lainnya, seperti perubahan hormonal,” jawab dr. Srimurni.
Pentingnya konsultasi
Jika Anda tertarik untuk mencoba superfoods, tak ada salahnya berkonsultasi lebih dulu dengan dokter ahli gizi. Jadi, Anda mengetahui dengan jelas berapa kebutuhan masing-masing jenis zat nutrisi selama masa kehamilan ini.
Seperti dikatakan dr. Srimurni, “Perlu diingat bahwa yang dimaksud dengan superfoods sebenarnya adalah bahan-bahan makanan yang padat gizi. Dalam volume kecil pun, kandungan gizi di dalam menu yang disusun dari bahan makanan yang termasuk ke dalam superfoods, sudah hampir lengkap. Itu sebabnya, superfoods bisa jadi bagian dari menu utama, misalnya untuk menu makan pagi dan makan malam.”
Sri Lestariningsih (ayahbunda-online.com)
Bahan Makanan Pereda Keluhan Saat Hamil
Saat sedang mengandung, seorang wanita kerap mengeluh karena mengalami beberapa gangguan kesehatan, seperti misalnya rasa mual yang sering muncul di pagi hari, diare, atau bahkan kesulitan buang air besar. Seringkali selera makan turut serta menyurut seiring dengan munculnya keluhan-keluhan tersebut. Ada pula ibu hamil yang merasa kehilangan selera makannya, padahal…asupan nutrisi selama hamil sangat menentukan kesehatan ibu dan janin, lho.
Saat sedang mengandung, seorang wanita kerap mengeluh karena mengalami beberapa gangguan kesehatan, seperti misalnya rasa mual yang sering muncul di pagi hari, diare, atau bahkan kesulitan buang air besar.
Seringkali selera makan turut serta menyurut seiring dengan munculnya keluhan-keluhan tersebut. Ada pula ibu hamil yang merasa kehilangan selera makannya, padahal…asupan nutrisi selama hamil sangat menentukan kesehatan ibu dan janin, lho.
Oleh karena itu, berikut ini kami coba berikan beberapa contoh keluhan yang sering dirasakan oleh wanita hamil beserta resep praktis untuk mengatasinya:
- Munculnya rasa mual pada pagi hari
Cobalah untuk makan biskuit (crackers), sereal, atau pretzel sebelum tidur. Usahakan untuk mengurangi porsi makanan, tetapi menambah frekuensi makannya. Hindari makanan berlemak, termasuk gorengan.
- Kesulitan buang air besar
Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran. Ditambah lagi, usahakan untuk selalu mengikuti anjuran minum air sebanyak 6 hingga 8 gelas per hari.
- Diare
Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung pektin dan gum, kedua jenis serat ini dipercaya mampu menyerap kelebihan air. Contoh makanan yang mengandung kedua serat tersebut, antara lain: saus apel, pisang, nasi putih, oatmeal, roti gandum, dan selai kacang.
- Jantung berdebar
Makanlah dalam porsi kecil dengan frekuensi yang lebih sering. Usahakan untuk minum susu sebelum makan dan batasi asupan makanan serta minuman yang mengandung kafein.
Jangan menuruti selera makan yang menurun, apalagi sampai tidak makan. Hal tersebut bisa menghambat pertumbuhan janin di dalam rahim. Bukankah semua Bunda pasti menginginkan buah hatinya tumbuh dan berkembang sehat…?
Jadi… silahkan mencoba! Mudah-mudahan bermanfaat ya, Bunda…
Sumber : Info Bunda by Nutricia
Kurang Asam Folat Bisa Sebabkan Bayi Cacat
Kekurangan asam folat pada ibu hamil, berdasarkan penelitian, bisa menyebabkan terjadinya kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Bayi mengalami cacat pada otak dan sumsum tulang belakang.
Menurut dr Noroyono Wibowo SpOG, Kepala Subbagian Fetomaternal Departemen Obestetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI), dalam semiloka manfaat asam folat yang diselenggarakan di Jakarta, beberapa waktu lalu, asam folat merupakan enzim untuk memproduksi DNA (Deoxyribose Nucleic Acid).
”Asam folat juga penting dalam membantu pembelahan sel. Asam folat juga bisa mencegah anemia dan menurunkan risiko terjadinya NTD (Neural Tube Defects) dan sebagai antidepresan,” kata Bowo.
Sering kali para ibu tidak mengetahui dirinya kekurangan asam folat karena sebagian besar kehamilan terjadi tanpa direncanakan. ”Kebanyakan pasutri (pasangan suami istri) tidak pernah merencanakan kehamilan. Tahu-tahu ibu langsung hamil setelah telat datang bulan. Mereka baru datang ke dokter setelah positif hamil beberapa minggu.”
Karena itu, ibu pun sering tidak membekali diri dengan gizi yang mencukupi ketika sebelum dan sesudah kehamilan. ”Kalau kehamilan direncanakan, maka ia akan mempersiapkan gizi yang baik sebelum hamil. Padahal, kebutuhan asam folat untuk ibu hamil harus disiapkan sejak sebelum kehamilan.”
Di Indonesia sendiri belum ada data pasti berapa besarnya prevalensi adanya penyakit kelainan sumsum tulang belakang. ”Jumlah angka kematian bayi di Indonesia masih relatif tinggi. Kematian bayi ini belum diidentifikasi penyebabnya apa, karena belum ada data. Salah satu penyebab kematian bayi adalah kekurangan asam folat,” ujar Bowo.
Kekurangan asam folat menyebabkan bayi lahir dengan bibir sumbing, bayi dengan berat badan rendah, Down’s Syndrome, dan keguguran. ”Bayi mengalami kelainan pembuluh darah. Rusaknya endotel pipa yang melapisi pembuluh darah, menyebabkan lepasnya plasenta sebelum waktunya.”
Kelainan lainnya adalah bayi mengalami gangguan buang air besar dan kecil, anak tidak bisa berjalan tegak dan emosi tinggi. Pada anak perempuan saat dewasa tidak mengalami menstruasi.
Pada ibu hamil kekurangan folat menyebabkan meningkatnya risiko anemia, sehingga ibu mudah lelah, letih, lesu, dan pucat.
Sumber makanan yang mengandung asam folat adalah hati sapi (liver), brokoli, jeruk, bayam, dan sebagainya. ”Roti dan susu juga mengandung asam folat tinggi, sebab kini susu dan tepung terigu telah difortifikasi mengandung asam folat,” jelas Dr Tim Green PhD dari Department of Human Nutrition University of Otago New Zealand
Hanya saja hati sapi mengandung vitamin A cukup tinggi. Pemberian vitamin A pada ibu hamil sangat tidak dianjurkan karena menyebabkan gangguan kehamilan. Oleh sebab itu, pengganti hati sapi adalah susu.
Kebutuhan asam folat untuk ibu hamil dan usia subur sebanyak 400 mikrogram/hari atau sama dengan dua gelas susu. ”Mengonsumsi folat tidak hanya ketika hamil, tetapi sebelum hamil sangat dianjurkan. Banyak negara telah melakukan kebijakan dalam pengurangan NTD dengan mewajibkan ibu mengonsumsi asam folat,” tuturnya. (Nda/V-2)
sumber: Media Indonesia, 4 Februari 2005
Ikan Baik Bagi Ibu Hamil, Asal Rendah Kandungan Merkurinya
Dari hasil penelitian yang ia lakukan atas 11.550 wanita hamil, ditemukan bahwa dengan mengkonsumsi ikan selama 32 minggu kehamilan, akan mempercepat pertumbuhan janin.
“Hasil penelitian kami semakin mendukung penelitian sebelumnya, bahwa mengkonsumsi ikan atau asam omega tiga selama masa kehamilan rata-rata akan meningkatkan pertumbuhan janin,” jelasnya.
Daging ikan dikenal sebagai penghasil protein, vitamin D dan kaya akan asam omega tiga yang sangat esensial dalam pertumbuhan fungsi sel. Selain pada ikan, Asam Omega 3 juga terdapat pada minyak canola, minyak rami dan kacang-kacangan.
Maret 2004 lalu, Food and Drug Administration (FDA) Amerika dan Environmental Protection Agency (EPA), merekomendasikan konsumsi ikan tuna dan ikan berukuran besar lainnya, hanya sebatas 6-12 ons perminggu saja.
Sebab ikan tuna, ikan sea bass, ikan hiu atau ikan-ikan berukuran besar lainnya, diketahui mengandung tingkat mercuri yang tinggi, sehingga dapat mengakibatkan kerusakkan saraf jika dikonsumsi dalam jumlah besar.
Menurut FDA, wanita hamil yang mengkonsumsi 33 gram ikan atau tiga perempat ikan tuna sehari, sudah mendapatkan sekitar 0.15 grams asam omega-tiga dari ikan tersebut. Tapi bila terlalu banyak, berat janin juga akan bertambah.
Dr. Roger juga menambahkan, konsumsi Omega tiga yang didapat dari suplemen pun cukup memberi manfaat dan tidak berdampak negatif pada kehamilan.
Ikan-ikan yang dianggap aman oleh Dr. Roger, antara lain: Ikan salmon, ikan tambak air tawar, ikan baring, Sardencis, ikan gepeng, ikan lidah, ikan cod, kepiting, cumi-cumi, kerang-kerangan, dan udang.
Sedangkan beberapa makanan laut yang harus dihindari adalah: daging ikan hiu, ikan todak, makarel, tuna besar, ikan marlin, dan lainnya.
Masih banyak lagi jenis-jenis ikan yang aman untuk dikonsumsi, tapi pastikan ikan-ikan tersebut memiliki kandungan merkuri yang rendah dan kandungan lemak tinggi yang aman di makan. (Tis/berbagai sumber)
Vitamin C Cegah Ketuban Pecah Dini
Ketuban pecah dini (KPD), yaitu suatu keadaan saat kehamilan dimana terjadi keluarnya cairan ketuban sebelum memasuki masa persalinan. Keadaan ini dapat beresiko menimbulkan infeksi pada janin maupun terjadi kelahiran yang prematur. Resiko ini dapat dikurangi bila ibu mengkonsumsi suplemen vitamin C pada saat memasuki usia separuh masa kehamilan.
Kesimpulan ini merupakan hasil penelitian dari National Institute of Perinatology di Meksiko City, pada 120 wanita hamil yang secara acak diberikan 100 mg vitamin C, pada saat kehamilan memasuki usia 20 minggu.
Vitamin C telah diketahui berperan penting dalam mempertahankan keutuhan membran (lapisan) yang menyelimuti janin dan cairan ketuban. Walaupun penelitian sebelumnya telah menghubungkan kadar yang rendah dari vitamin C pada ibu dengan meningkatnya resiko terjadinya pecahnya membran secara dini atau yang disebut dengan ketuban pecah dini (”premature rupture of membranes“, PROM), tapi penelitian itu tidak menjelaskan tentang penggunaan suplemen vitamin C dalam menurunkan risiko terjadinya KPD.
Untuk itu, penelitian di Meksiko ini dilakukan. Dari hasil pemberian suplemen vitamin C yang dimulai pada saat usia kehamilan 20 minggu, menunjukkan peningkatan dari kadar vitamin C dalam darah dibanding dengan kelompok kontrol (tidak diberikan suplemen vitamin C).
Dan peningkatan ini berhubungan juga dengan menurunnya resiko untuk mengalami KPD. Pada kelompok kontrol, terjadi KPD pada 14 dari 57 kehamilan (25%), sedang pada kelompok ibu yang diberikan vitamin C, terjadi penurunan KPD, yaitu hanya terjadi pada 4 dari 52 kehamilan (8%).
Pada kasus seluruh kelahiran prematur, 40% lebih disebabkan karena KPD. Mungkin dengan pemberian suplemen Vitamin C dapat membantu para ibu mencegah terjadinya ketuban pecah dini, sehingga kehamilan dapat dipertahankan hingga tiba masa persalinan.
Sumber: The American Journal of Clinical Nutrition
Vit D Berkaitan Dengan Berat Badan Bayi
Tidak salah jika selama kehamilan, seorang wanita disarankan untuk banyak mengkonsumsi vitamin D yang bisa didapat dari meminum susu atau suplemen. Studi yang dilakukan oleh tim dari McGill University, Kanada atas 300 wanita hamil menunjukkan konsumsi vitamin D selama kehamilan erat kaitanya dengan berat badan bayi saat dilahirkan.
Karena jika seorang wanita hamil hanya sedikit mengkonsumsi vitamin D maka akan membuat bayi yang dilahirkan juga akan memiliki berat badan yang ringan.
Bagi para periset dari McGill University, seperti yang dipublikasikan melalui `the Canadian Medical Association Journal` menemukan bahwa vitamin D memiliki peran penting dalam perkembangan janin.
Kepada 300 wanita hamil yang dilibatkan dalam penelitian ini, tim memberikan sebuah kuesioner yang harus dijawab.
Pertanyaan berupa diet dan gaya hidup para wanita hamil termasuk berapa banyak susu yang mereka konsumsi dan jumlah suplemen saat mereka menjalani masa kehamilan.
Susu banyak mengandung protein, riboflavins dan kalsium yang merupakan sumber dari vitamin D.
Selain susu, vitamin D bisa didapat secara alami dari pancaran sinar matahari.
Dengan kondisi seperti itu masih banyak orang yang mengalami kekurangan vitamin D dan mereka sulit mendapatkan vitamin D dari sumber makanan sekalipun.
Pada penelitian atas 300 wanita hamil ini, tim periset menemukan fakta bahwa para wanita yang setidaknya mengkonsumsi 250 ml susu setiap harinya memiliki jumlah vitamin D dan protein yang dianggap kurang bila dibandingkan dengan wanita hamil yang mengkonsumsi diatas jumlah 250 ml.
Setiap konsumsi tambahan 250 ml susu setiap harinya, tim mencatat ada kenaikan 41 gram pada berat badan bayi saat dilahirkan.
Jika kurang maka, sang wanita akan melahirkan bayi yang berat badanya kurang.
Konsumsi vitamin D untuk setiap satu mgram akan memiliki kaitan kenaikan berat badan bayi saat dilahirkan sebanyak 11 gram.
Sementara tingkat protein dan kalsium tidak ditemukan kaitanya dengan berat badan bayi.
Dalam paparanya melalui `the Canadian Medical Association Journal` ini para peneliti menyatakan kekuatiranya dengan semakin meningkatnya para wanita yang membatasi konsumsi susu selama kehamilan.
Menurut para peneliti, tindakan para wanita hamil itu tidak bisa disalahkan karena mereka melakukanya dengan sejumlah alasa termasuk untuk membatasi tingkat lactosa dan melindungi bayi dari alergi.
Dengan pertimbangan itulah, tim periset masih menyakini bahwa susu dan vitamin D sanagt penting sebagai nutrisi selama kehamilan termasuk untuk perkembangan sang anak nantinya.
Temuan tim dari McGill University ini mendapatkan dukungan dari Professor Bruce Hollis yang merupakan periset asal `Medical University of South Carolina` (AS).
Pada jurnal yang sama Profesor Bruce Hollis, melihat vitamin D sangat erat kaitanya denagn `neurodevelopment`, fungsi kekebalan dan kemungkinan terjadinya penyakit kronis.
“Penelitian ini sangat penting karena mampu menunjukan keuntungan dari vitamin D,’ ujar Profesor Hollis.
Sebuah penelitian menyebut berat badan yang rendah saat bayi dilahirkan akan berkaitan dengan penyakit diabetes yang akan dialami oleh anak dikemudian hari.
Hubungan konsumsi vitamin D dengan berat badan bayi saat dilahirkan sebelumnya juga pernah disoal hanya saja penelitian sebelumnya menyebut bahwa konsumsi vitamin D selama kehamilan akan membuat anak memiliki kesehatan tulang yang kuat dikemudian hari.
Sumber: JakNews.com
Nutrisi dan Suplemen Saat Hamil
Saat hamil, Anda harus memenuhi kebutuhan nutrisi untuk dua orang. Jadi ini bukan saat yang tepat untuk menghindari kalori karena ketakutan Anda untuk menjadi gemuk.
Ibu hamil membutuhkan sekitar 300 kalori ekstra per hari, khususnya di bulan-bulan terakhir kehamilan saat janin bertumbuhan dengan cepat. Jika anda sangat kurus atau malah hamil kembar, Anda membutuhkan kalori lebih banyak lagi. Namun jika Anda kelebihan berat badan, dokter mungkin akan membatasi jumlah makanan yang Anda konsumsi.
Makan sehat selalu penting, khususnya saat Anda hamil. Karena makanan sehat yang Anda konsumsi penting artinya untuk pertumbuhan bayi dan perkembangannya. Nutrisi yang dibutuhkan untuk menjaga pola makan seimbang melibatkan menu ‘empat sehat lima sempurna’ yang legendaris itu.
Nah apakah dengan makan sehat saja sudah cukup? Ternyata tidak demikian. Anda membutuhkan lebih banyak nutrisi esensial (khususnya kalsium, besi dan asam folat) saat hamil dibandingkan saat tidak hamil. Dokter biasanya akan memberikan vitamin untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi, yang tidak didapat atau jumlahnya kurang dari makanan yang Anda makan sehari-hari.
Suplemen apa yang biasanya diberikan dokter untuk ibu hamil?
1. Kalsium
Sebagian besar wanita di atas usia 19 tahun atau lebih, termasuk yang hamil, seringkali tak cukup mendapat 1.000 mg kalsium per hari seperti yang drekomendasikan. Karena saat bertumbuh di perut janin membutuhkan kalsium yang tinggi, maka konsumsi kalsium perlu ditingkatkan untuk mencegah kehilangan kalsium dari tulang. Jadi saat hamil penting untuk mengonsumsi ekstra kalsium agar tulang tetap kuat. Jika bayi kekurangan kalsium, dia akan menyerap dari kalsium ibu. Akibatnya Anda akan mudah mengalami keropos tulang atau gigi rapuh jika hamil namun kekurangan kalsium. Sumber makanan yang kaya kalsium antara lain susu, keju dan yogurt, produk yang diperkaya kalsium seperti jus jeruk, susu kedelai dan sereal, sayuran hijau seperti bayam, kale dan brokoli, tofu, kacang yang dikeringkan dan almond.
2. Besi
Ibu hamil membutuhkan 27 hingga 30 mg besi per hari. Kenapa? Karena besi dibutuhkan untuk membuat hemoglobin, komponen pembawa oksigen dari sel darah merah. Sel darah merah diedarkan ke seluruh tubuh dengan membawa oksigen ke semua sel. Tanpa zat besi yang cukup, tubuh tidak dapat membuat sel-sel darah merah dan jaringan tubuh serta organ tidak akan mendapat oksigen yang dibutuhkan untuk berfungsi dengan baik. Jadi ibu hamil harus cukup mendapat besi pada makanan sehari-hari, untuknya dan untk janinnya.
Meskipun nutrsi dapat ditemukan di berbagai jenis makanan, besi dari sumber daging (hewani) dapat lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan besi yang ditemukan di tumbuh-tumbuhan.Contoh makanan yang kaya zat besi misalnya daging merah, unggas, salmon, telur, tofu, buah yang dikeringkan, sayuran berwarna hijau, sereal yang difortifikasi besi serta asam folat.
The U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan wanita pada usia produktif, khususnya yang merencanakan kehamilan, mendapatkan 400 mikrogram (0,4 mg) suplemen asam folat setiap harinya. Sumbernya bisa berasal dari multivitamin atau suplemen asam folat, selain yang didapat dari makanan.
Jadi, kenapa asam folat begitu penting? Sejumlah studi menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen asam folat satu bulan sebelum dan selama tiga bulan pertama kehamilan akan menurunkan risiko cacat otak pada bayi mencapai 70 persen.
Nah, sudah cukupkah folat dan besi dalam menu harian Anda?
sumber : metroriau.com
Pentingnya Asam Lemak Omega 3
Bagi anda yang sedang hamil, disarankan untuk mengkonsumsi asam lemak, omega-3, DHA dan EPA yang berperan penting dalam perkembangan otak bayi, mata dan organ-organ penting lainnya serta membantu mencegah bayi lahir prematur.
Ikan merupakan sumber asam lemak terbaik. Tapi hati-hati dalam memilih dan mengkonsumsi ikan, karena saat ini terdapat jenis ikan tertentu yang mengandung merkuri dan polychlorinated biphenyls (PCBs) berkadar tinggi. Kedua racun ini disinyalir dapat merusak perkembangan janin.
Sebagai alternatif, para ibu hamil bisa mendapatkan omega 3 yang bebas racun dengan cara menggunakan minyak canola untuk memasak dan minyak flaxseed untuk bumbu salad. Akan tetapi minyak flaxseed pecah jika terkena panas, jadi tidak baik untuk memasak. Keduanya merupakan sumber alpha linolenic acid yang oleh tubuh diubah menjadi DHA dan EPA.
Sebaiknya pilih ikan sardin, herring dan salmon yang terbukti kaya omega 3 tapi rendah merkuri dan kontaminan lainnya. Para ahli menyarankan memilih salmon liar ketimbang yang diternakkan. Anda dapat mengkonsumsinya 2 atau 3 ekor ikan dalam seminggu. Gunakan juga telur yang diperkaya dengan omega 3.
Bagi anda yang vegetarian dapat menggunakan minyak canola, telur omega 3 ditambah dengan makanan kecil kacang-kacangan yang dikeringkan secara teratur serta walnut. Jika ingin menggunakan suplemen sebaiknya ikuti saran dokter anda.
Hamil Sehat Berkat Pangan Organik
Efek detoksnya membuat ibu lebih bugar. Bagi janin pun manfaatnya tak kalah besar.
You Are What You Eat. Apa yang kita makan saat ini menentukan kesehatan kita. Jika ibu sedang hamil, maka janin pun mendapat manfaat dari asupan yang sehat. Karenanya, dokter amat menganjurkan ibu hamil untuk meningkatkan kualitas pangannya. Pertama, tentu saja dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang nutrisinya mencukupi kebutuhan. Kedua, menyeleksi dan menjauhi asupan yang tidak perlu dan bersifat racun bagi janin. Contohnya pengawet, pewarna, penyedap rasa, juga zat-zat yang ditambahkan di perkebunan yaitu senyawa kimia pestisida, dan di peternakan yaitu senyawa antibiotik ataupun hormon dalam pakan ternak.Bagaimana caranya menghindari itu semua? Memang tidak mudah, karena kita sudah sangat tergantung pada bahan pangan yang disediakan pasar. Namun, kini muncul gerakan untuk kembali mengonsumsi bahan pangan yang diolah secara alami dan bebas bahan kimia yang hasilnya disebut pangan organik. Meski asupan ibu hamil tidak 100% organik, paling tidak sudah ada upaya untuk menekan asupan zat yang tidak perlu.Selain bebas dari bahan kimia beracun, pangan organik pun memiliki berbagai kelebihan lainnya dibanding yang nonorganik:
* Buah dan sayuran memiliki kadar vitamin C lebih tinggi. Begitu pula kandungan makro mineral seperti kalsium dan fosfor, serta mikro mineral seperti magnesium, zat besi dan krom.
* Kandungan antioksidannya 50% lebih tinggi dibanding sayuran nonorganik.
* Asam salisilat sayuran organik lebih rendah. Perlu diketahui, asupan asam salisilat berlebihan dapat mengeraskan dinding pembuluh darah dan menyebabkan kanker saluran pencernaan.
* Susu organik memiliki jumlah vitamin E (alfa tokoferol) 50% lebih tinggi. Kandungan vitamin A-nya 75% lebih tinggi, sementara antioksidan (lutein dan zeaxanthine) 2-3 kali lebih tinggi.
* Kandungan asam lemak omega 3-nya lebih baik. Unsur ini penting bagi pertumbuhan dan perkembangan otak janin dan anak-anak.
Jadi, selain lebih sehat karena bebas senyawa pestisida, pangan organik juga memiliki kandungan zat gizi yang relatif tinggi.
MANFAAT PLUS
Kalau kita mampu menekan drastis jumlah zat racun yang masuk ke dalam tubuh, tentu sel-sel tubuh ibu dan janin akan lebih sehat. Bahkan jika pangan organik sudah dikonsumsi sejak perencanaan kehamilan, kondisi tubuh ayah dan ibu menjadi lebih prima. Bukankah tubuh yang sehat kemungkinan besar menghasilkan “bibit” yang lebih berkualitas?
Bagi janin sendiri, inilah manfaat plus pangan organik:
* Memicu pertumbuhan otak janin
Mengingat organ-organ tubuh terpenting pada janin mulai dibentuk di trimester pertama kehamilan, mau tidak mau ibu hamil harus memerhatikan betul makananannya. Semua zat gizi yang diperlukan harus tercukupi hingga proses tumbuh kembang janin optimal. Kekurangan zat gizi di rentang usia ini akan berdampak negatif pada perkembangan otak janin. Sementara di trimester kedua, pertumbuhan janin berlangsung sangat cepat. Ibu hamil perlu mengonsumsi menu yang sehat dan berkualitas agar pertumbuhan janinnya optimal. Demikian pula di trimester ketiga, ibu hamil tetap mesti memerhatikan asupan makanan yang baik dan berkualitas demi buah hatinya yang tak lama lagi akan lahir.
Sayur dan buah-buahan organik banyak mengandung asam folat. Zat ini merupakan salah satu vitamin B kompleks yang berperan dalam pembentukan kerangka otak janin. Defisiensi atau kekurangan asam folat akan menyebabkan tubeneuralis dimana ubun-ubun jadi lembek, tengkorak otak tak tertutup rapat atau lainnya. Selain itu, ibu hamil juga membutuhkan lemak sebagai sumber kalori. Adapun asam lemak yang diperlukan dalam perkembangan janin antara lain:
- MUFA (Monounsaturated Fatty Acid/asam lemak tak jenuh tunggal) yang lebih dikenal dengan nama asam lemak Omega 9.
- PUFA (Polyunsaturated Fatty Acid/asam lemak tak jenuh ganda). Ada dua jenis yaitu Omega-3 dan Omega-6. Keduanya dibutuhkan dalam perkembangan otak dan kecerdasan karena membantu fungsi neurotransmitter saraf-saraf di otak. Suplai kedua asam lemak itu sangat diperlukan ibu hamil guna menunjang pertumbuhan dan perkembangan otak janin. Itulah mengapa ibu hamil mesti mengutamakan makanan berkualitas.
* Memengaruhi berat badan janin
Bahan makanan untuk ibu hamil harus terdiri atas sumber energi yaitu karbohidrat, protein dan lemak, selain zat pengatur berupa vitamin dan mineral. Yang jelas ibu hamil jangan sampai kekurangan energi, karenanya karbohidrat sangatlah penting. Yang juga tidak boleh diabaikan adalah kandungan protein sebagai zat pembangun. Zat ini amat berperan menambah berat badan janin. Kalau ibu hamil mengonsumsi makanan bermutu, pasti tak ada masalah dengan berat badannya sewaktu dilahirkan.
* Minimalkan risiko lahir prematur
Salah satu hal yang diduga menjadi penyebab bayi-bayi lahir prematur adalah lemah/buruknya kondisi rahim. Bisa jadi karena ada kelainan genetik, hambatan medis lainnya atau rendahnya kualitas asupan zat gizi yang dikonsumsi ibu hamil. Bayi akan lahir prematur bila konsumsi makanan yang melalui plasenta tak mencukupi kebutuhan gizi sang ibu. Kalau si ibu hamil diharuskan mengonsumsi 2.000 kalori per hari, tentu akan bermasalah bila hanya mengonsumsi sekitar 1.500-1.750 kalori per hari. Nah, makanan organik yang kaya kandungan zat-zat gizinya diharapkan bisa meminimalkan risiko lahir prematur.
Bagi ibu sendiri, pangan organik pun mampu berfungsi sebagai “pembersih” tubuh. Ia bekerja membersihkan darah, membuang racun yang menumpuk dalam sel sekaligus membantu regenerasi sel-sel baru. Tak berlebihan bila makanan organik berperan dalam membantu proses pertumbuhan dan pemulihan tubuh saat mengalami gangguan. Disamping itu dengan terbiasa mengonsumsi makanan yang aman, seimbang kualitas dan jumlahnya, ibu bisa terhindar dari anemia, hipertensi, dan sebagainya.
TIP
* Pilih produk organik seperti sayuran dan buah-buahan yang memang telah memiliki label yang jelas. Antara lain yang mencantumkan sertifikat organik pada kemasannya.
* Pilih yang tampilan fisiknya baik, bersih, sekaligus memiliki rasa, bau, tekstur dan warna yang tak menyimpang.
* Cucilah pangan organik dengan air yang mengalir beberapa kali lalu bilaslah sampai benar-benar bersih.
* Rebus air sampai mendidih terlebih dulu, baru masukkan sayuran selama beberapa saat. Terlalu lama mendiamkan pangan organik dalam rebusan air mendidih sangat mungkin akan merusak kandungan berbagai vitamin dan mineralnya.
* Sepetak tanah di depan atau belakang rumah barangkali bisa dimanfaatkan untuk menanam buah. Jika merawatnya menggunakan pupuk organik (kompos) tanpa sentuhan insektisida dan pestisida, maka jadilah ia makanan organik.
sumber : Tabloid Nakita
Perubahan etiket tablet atau sirop nevirapine menjadi kehamilan kategori B
| Oleh: NATAP |
Boehringer Ingelheim mengumumkan bahwa badan pengawas makanan dan obat AS (FDA) baru-baru ini menyetujui peningkatan dalam kategori kehamilan untuk tablet nevirapine dari kategori C menjadi kategori B. Nevirapine, NNRTI diindikasi sebagai pengobatan infeksi HIV dalam kombinasi dengan unsur antiretroviral (ARV) lain.
Adalah penting untuk mencatat bahwa hepatotoksisitas yang berbahaya bahkan mematikan pernah muncul pada pasien yang menerima nevirapine. Perempuan, termasuk perempuan hamil, dengan jumlah CD4 di atas 250 adalah yang paling berisiko. Nevirapine tidak boleh dimulai pada perempuan dewasa dengan jumlah CD4 di atas 250 kecuali apabila manfaatnya melebihi risikonya. Masih belum jelas apakah meningkatkan risiko yang diamati pada perempuan yang tidak hamil. Nevirapine harus dipakai saat kehamilan hanya apabila manfaatnya melebihi risiko yang mungkin terjadi pada janin.
Peningkatan kategori kehamilan pada nevirapine berdasarkan ketiadaan teratogenisitas yang dapat diamati dalam penelitian reproduksi yang dilakukan pada hewan percobaan, sebuah penilaian terhadap pemakaian nevirapine pada perempuan hamil dalam uji coba klinis dan analisis data dari Antiretroviral Pregnancy Registry. Penelitian reproduksi hewan tidak selalu dapat memprediksi tanggapan pada manusia. Keamanan nevirapine pada perempuan hamil dan janin belum ditetapkan dalam penelitian pada manusia secara tepat dan terkontrol.
Dalam analisisnya, Antiretroviral Pregnancy Registry tidak menemukan peningkatan risiko kelahiran cacat pada triwulan pertama setelah terpajan nevirapine dengan memakai data sejak Januari 1989 hingga Juli 2006. Prevalensi kelahiran cacat pada triwulan apapun setelah terpajan nevirapine, sebanding dengan prevalensi yang diamati pada populasi umum.
Perubahan ini membuat nevirapine satu-satunya NNRTI dengan kategori kehamilan B yang dianjurkan oleh Department of Health and Human Services AS untuk dipakai pada perempuan hamil. Kategori kehamilan adalah salah satu dari banyak pertimbangan pengobatan yang perlu dibicarakan bersama dengan perempuan hamil yang HIV-positif oleh dokternya, yang perlu membahas manfaat dan risiko dari pengobatan yang tersedia untuk memilih terapi yang terbaik sesuai dengan kebutuhan secara individu.
Sebagai tambahan terhadap perubahan kategori kehamilan, perubahan lain dibuat pada bagian pencegahan dan bagian farmakologi klinis informasi pasien nevirapine yang dapat berdampak pada perempuan. Harap membaca informasi lengkap tentang pemberian resep nevirapine sebagai tambahan informasi tentang laporan mengenai sindrom pemulihan kekebalan (Immune Reconstitution Syndrome), informasi terkini tentang menakar Kaletra dengan nevirapine, dan informasi tentang interaksi nevirapine dengan metadon.