Tampilkan postingan dengan label Kontrasepsi - Suntik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kontrasepsi - Suntik. Tampilkan semua postingan

Alat Kontrasepsi : Plus Minus Yang Wajib Kita Ketahui

Ada berbagai macam alat kontrasepsi seperti kondom, pil, suntik hormon, spiral dan lainnya. Kadang orang bingung untuk menggunakan alat kontrasepsi yang mana.

Metode kontrasepsi yang berbeda akan memberikan keuntungan yang berbeda dan juga kerugian dalam arti perasaan tidak nyaman dan risiko kesehatan lain yang juga berbeda.

Berikut keuntungan dan kerugian kontrasepsi yang biasa digunakan seperti dilansir eHow:

1. Kontrasepsi penghalang
Kondom, diaphgramns, atau spiral (IUD) adalah contoh kontrasepsi penghalang. Tujuan dari ketiga alat kontrasepsi tersebut adalah menghalangi masuknya sperma ke dalam ovarium yang bisa menyebabkan kehamilan. Diantara ketiga alat tersebut, kondom merupakan yang paling murah, mudah didapat, bisa digunakan kapan saja dan mudah untuk digunakan. Namun, kondom mengurangi kenyamanan laki-laki.

Diaphgramns ukurannya disesuaikan dengan vagina dan berfungsi menutupi mulut rahim (serviks) sehingga mencegah sperma mencapai tujuannya. Efektifitas diaphragm meningkat signifikan jika digunakan dengan spermacidal gel, namun kadang menimbulkan iritasi kulit. Penggunaannya juga mengganggu spontanitas. Sedangkan untuk spiral atau intrauterine device (IUD) dengan memasukkan alat ke dalam rahim yang dilakukan oleh ginekolog, kontrasepsi ini hanya sekali pemasangannya, namun ada perempuan yang merasa gelisah menggunakan metode ini.

2. Pil kontrasepsi
Kontrasepsi menggunakan pil juga disebut kontrasepsi oral, tipenya adalah meminum pil yang mengandung hormon yang bisa mencegah ovarium perempuan mengeluarkan sel telur sehingga mencegah kehamilan. Perempuan yang menggunakan kontrasepsi ini harus mengkonsumsi pil tersebut setiap hari, bahkan pada waktu yang sama setiap harinya.

Pil kontrasepsi merupakan alat kontrol kelahiran yang paling dapat dipercaya dan tetap tidak mengurangi sensasi terhadap pasangan. Keuntungan lain dari kenyamanan ini adalah perempuan bisa tetap mendapatkan siklus menstruasi yang teratur dan bisa diprediksi, meskipun ada juga yang tidak mendapatkan siklus teratur. Kelemahannya adalah hormon yang terkandung dalam pil tersebut seperti estrogen dan progestin dapat menimbulkan efek samping, seperti keinginan seksual yang berubah, mual dan muntah. Perempuan yang merokok sebaiknya tidak mengkonsumsi pil ini karena bisa meningkatkan peluang pengembangan kanker tertentu.

3. Kontrasepsi hormon lainnya
Beberapa perempuan memilih menggunakan pengobatan hormon dengan cara disuntik. Kontrasepsi ini melepaskan hormon dan perlahan ke dalam darah untuk mencegah ovulasi yang bisa mengakibatkan kehamilan. Kekurangan dari kontrasepsi ini adalah bisa menyebabkan iritasi ruam kulit, rasa tidak nyaman dan biasanya menyebabkan kenaikan berat badan.

4. Kontrasepsi lainnya
Dengan menyuruh pasangan laki-laki untuk menarik diri sebelum ejakulasi sehingga mencegah kehamilan. Metode ini tidak mengeluarkan biaya apapun, tidak membutuhkan konsultasi medis dan tidak ada risiko kesehatan apapun, tapi tidak memuaskan untuk pasangan dan berisiko tinggi bagi orang yang tidak bisa mengendalikan dirinya.

Sterilisasi untuk laki-laki dan perempuan yang umumnya operasi nonreversible dan prosedur untuk mencegah kehamilan. Setelah prosedur selesai, maka sangat kecil kemungkinan untuk dapat mempunyai anak. Keuntungan dari prosedur ini adalah bahwa tidak ada memerlukan metode kontrasepsi lagi.

Yang terakhir adalah pantang atau tidak melakukan hubungan seksual. Pantang mungkin satu-satunya metode kontrasepsi di mana keuntungan (100 persen efektif) dan tidak memerlukan biaya sama sekali.

Untuk menentukan alat kontrasepsi apa yang akan digunakan sebaiknya dibicarakan dengan pasangan dan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan. Ini untuk mengurangi ketidaknyamanan dalam melakukan hubungan seksual satu sama lain.ver/det

Kontrasepsi Suntikan KB Suntik


Apa yang disebut KB suntik? :
  • Wanita yang ingin memakai KB suntik mendapat suntikan periodik untuk mencegah kehamilan.
  • Ada bermacam KB suntik yang dipasarkan di Indonesia yakni: Depo Provera (suntikan setiap 3 bulan sekali) ; Noristerat ( suntikan setiap 2 bulan sekali) dan Cyclofem (suntikan 1 bulan sekali)
  • Disuntikkan di bokong, atau tempat lainnya.

    Bagaimana cara kerja KB suntik mencegah kehamilan ? :
  • Menghentikan (meniadakan) keluarnya sel telur dari indung telur
  • Membuat sperma sulit memasuki rahim karena mengentalkan lendir mulut rahim (serviks)
  • Tidak dapat mengeluarkan/ menghentikan kehamilan yang sudah terjadi

    Efektivitas KB suntik:
    Sangat efektif, kegagalan pada pemakai KB suntik hanya sekitar 0.3 kehamilan dari 100 pemakai pada tahun pertama pemakaian. ( 1 dari 333 pemakai masih bisa hamil)

    Keuntungan memakai KB suntik:
  • Cocok untuk mencegah kehamilan atau menjarangkan kehamilan dalam jangka panjang dan kesuburan dapat pulih kembali
  • Tidak terpengaruh "faktor lupa" dari pemakai (tidak seperti memakai PIL KB)
  • Tidak mengganggu hubungan suami istri
  • Dapat dipakai segala umur pada masa reproduktif
  • Tidak mengganggu laktasi (menyusui), baik dari segi kuantitas maupun kualitas
  • Dapat dipakai segera setelah masa nifas
  • Meningkatkan kenyamanan hubungan suami-istri karena rasa aman terhadap risiko kehamilan
  • Dapat dipakai segera setelah keguguran
  • Membantu mencegah terjadinya kehamilan di luar kandungan
  • Membantu mencegah kanker endometrium (rahim)
  • Membantu mencegah kejadian mioma uteri (tumor jinak rahim)
  • Mungkin dapat mencegah kanker indung telur (ovarium)
  • Mengurangi kejadian anemi kekurangan zat besi
  • Khusus untuk penderita epilepsi mengurangi kejadian kejang.

    Kekurangan KB suntikan:
    Kekurangan KB Suntikan: Efek sampingya terhadap siklus haid (menstruasi) sering "tidak menyenangkan" , namun tidak berbahaya dan bukan tanda kelainan/penyakit ; perubahan pola haid biasanya pada tahun pertama pemakaian yakni :
  • Perdarahan bercak , dapat lama
  • Jarang terjadi perdarahan yang banyak
  • Tidak dapat haid (sering setelah pemakaian berulang)
  • Sering menaikkan Berat Badan
  • Dapat menyebabkan (tidak pada semua akseptor) sakit kepala, nyeri payudara, "moodiness", jerawat, kurangnya libido seksual, rambut rontok.
  • Perlu suntikan ulangan teratur
  • Perlu follow up (kontrol/kunjungan berkala) untuk evaluasi

    Secara UMUM, kebanyakan wanita BOLEH memakai KB suntik, meskipun:
  • perokok berat
  • menyusui
  • gemuk atau kurus
  • remaja
  • baru keguguran
  • Berpenyakit Tiroid
  • Epilepsi
  • TBC (bukan TBC kandungan)
  • Varises ringan
  • Hipertensi ringan
  • Siklus haid tidak teratur
  • Anemi kekurangan zat besi

    Kapan suntikan KB dapat dimulai ? :
  • Sedang menstruasi ( sampai hari ke 7)
  • Bila tidak sedang menstruasi atau menstruasi hari ke 8 atau lebih, boleh disuntik, namun memakai perlindungan ganda (kondom) selama 2 X 24 jam.
  • Sedang menyusui ( segera setelah nifas, 6 minggu)
  • Bila tidak menyusui, berikan segera setelah nifas (6 minggu)
  • Tidak menyusui dan belum haid > 6 minggu, asal yakin tidak sedang hamil. atau berikan perlindungan ganda sampai haid lalu mulai suntikan.

    Kapan akseptor sunti harus datang untuk kunjungan ulang (follow-up)
  • Pada saat jadual ulangan penyuntikan (1 bulan untuk cyclofem, 2 bulan untuk noristerat dan 3 bulan untuk Depo provera)
  • Bila berhalangan, dapat datang sebelum waktu kunjungan berikutnya
  • Bila tidak dapat datang pada jadual berikutnya, pakai perlindungan ganda (kondom, spermisida, sampai bisa datang untuk suntikan.

  • sumber:
    Dr.dr.Sofie Rifayani Krisnadi, SpOG.KFM
    Spesialis Kebidanan & Penyakit Kandungan Konsultan Feto-Maternal
    RS Ibu Ema Puradiredja,
    Jl.Sumatra 46-48
    Bandung, Tel. 4205437

    Kontrasepsi Suntikan KB Suntik


    Apa yang disebut KB suntik? :
  • Wanita yang ingin memakai KB suntik mendapat suntikan periodik untuk mencegah kehamilan.
  • Ada bermacam KB suntik yang dipasarkan di Indonesia yakni: Depo Provera (suntikan setiap 3 bulan sekali) ; Noristerat ( suntikan setiap 2 bulan sekali) dan Cyclofem (suntikan 1 bulan sekali)
  • Disuntikkan di bokong, atau tempat lainnya.

    Bagaimana cara kerja KB suntik mencegah kehamilan ? :
  • Menghentikan (meniadakan) keluarnya sel telur dari indung telur
  • Membuat sperma sulit memasuki rahim karena mengentalkan lendir mulut rahim (serviks)
  • Tidak dapat mengeluarkan/ menghentikan kehamilan yang sudah terjadi

    Efektivitas KB suntik:
    Sangat efektif, kegagalan pada pemakai KB suntik hanya sekitar 0.3 kehamilan dari 100 pemakai pada tahun pertama pemakaian. ( 1 dari 333 pemakai masih bisa hamil)

    Keuntungan memakai KB suntik:
  • Cocok untuk mencegah kehamilan atau menjarangkan kehamilan dalam jangka panjang dan kesuburan dapat pulih kembali
  • Tidak terpengaruh "faktor lupa" dari pemakai (tidak seperti memakai PIL KB)
  • Tidak mengganggu hubungan suami istri
  • Dapat dipakai segala umur pada masa reproduktif
  • Tidak mengganggu laktasi (menyusui), baik dari segi kuantitas maupun kualitas
  • Dapat dipakai segera setelah masa nifas
  • Meningkatkan kenyamanan hubungan suami-istri karena rasa aman terhadap risiko kehamilan
  • Dapat dipakai segera setelah keguguran
  • Membantu mencegah terjadinya kehamilan di luar kandungan
  • Membantu mencegah kanker endometrium (rahim)
  • Membantu mencegah kejadian mioma uteri (tumor jinak rahim)
  • Mungkin dapat mencegah kanker indung telur (ovarium)
  • Mengurangi kejadian anemi kekurangan zat besi
  • Khusus untuk penderita epilepsi mengurangi kejadian kejang.

    Kekurangan KB suntikan:
    Kekurangan KB Suntikan: Efek sampingya terhadap siklus haid (menstruasi) sering "tidak menyenangkan" , namun tidak berbahaya dan bukan tanda kelainan/penyakit ; perubahan pola haid biasanya pada tahun pertama pemakaian yakni :
  • Perdarahan bercak , dapat lama
  • Jarang terjadi perdarahan yang banyak
  • Tidak dapat haid (sering setelah pemakaian berulang)
  • Sering menaikkan Berat Badan
  • Dapat menyebabkan (tidak pada semua akseptor) sakit kepala, nyeri payudara, "moodiness", jerawat, kurangnya libido seksual, rambut rontok.
  • Perlu suntikan ulangan teratur
  • Perlu follow up (kontrol/kunjungan berkala) untuk evaluasi

    Secara UMUM, kebanyakan wanita BOLEH memakai KB suntik, meskipun:
  • perokok berat
  • menyusui
  • gemuk atau kurus
  • remaja
  • baru keguguran
  • Berpenyakit Tiroid
  • Epilepsi
  • TBC (bukan TBC kandungan)
  • Varises ringan
  • Hipertensi ringan
  • Siklus haid tidak teratur
  • Anemi kekurangan zat besi

    Kapan suntikan KB dapat dimulai ? :
  • Sedang menstruasi ( sampai hari ke 7)
  • Bila tidak sedang menstruasi atau menstruasi hari ke 8 atau lebih, boleh disuntik, namun memakai perlindungan ganda (kondom) selama 2 X 24 jam.
  • Sedang menyusui ( segera setelah nifas, 6 minggu)
  • Bila tidak menyusui, berikan segera setelah nifas (6 minggu)
  • Tidak menyusui dan belum haid > 6 minggu, asal yakin tidak sedang hamil. atau berikan perlindungan ganda sampai haid lalu mulai suntikan.

    Kapan akseptor sunti harus datang untuk kunjungan ulang (follow-up)
  • Pada saat jadual ulangan penyuntikan (1 bulan untuk cyclofem, 2 bulan untuk noristerat dan 3 bulan untuk Depo provera)
  • Bila berhalangan, dapat datang sebelum waktu kunjungan berikutnya
  • Bila tidak dapat datang pada jadual berikutnya, pakai perlindungan ganda (kondom, spermisida, sampai bisa datang untuk suntikan.

  • sumber:
    Dr.dr.Sofie Rifayani Krisnadi, SpOG.KFM
    Spesialis Kebidanan & Penyakit Kandungan Konsultan Feto-Maternal
    RS Ibu Ema Puradiredja,
    Jl.Sumatra 46-48
    Bandung, Tel. 4205437