Tampilkan postingan dengan label ASI - menyusui. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ASI - menyusui. Tampilkan semua postingan

Rahasia Agar Menyusui Lancar Dan ASI Tokcer

Menyusui adalah kegiatan yang sangat alamiah ketika seorang wanita baru melahirkan. Namun tidak semua wanita dapat menyusui anaknya dengan lancar, bahkan ada yang tidak bisa menyusui karena payudaranya tidak berfungsi dengan benar.

Menjelang kehamilan, tubuh Anda secara alami akan mempersiapkan diri untuk menyusui. Anda pun tidak perlu repot-repot memberi perawatan ekstra.

Namun jika kulit Anda tergolong sensitif atau puting Anda tidak bisa keluar dan tersembunyi dalam payudara, Anda pun mau tak mau harus melakukan sesuatu agar si calon bayi tidak kesulitan meminum ASI dari payudara Anda.

Seperti dikutip dari eHow, ini dia tips yang bisa dilakukan sebelum bayi Anda lahir dan Anda pun dapat menyusui dengan lancar.

1. Beri pijatan lembut dan beberapa tetes kolustrum pada bagian puting setiap harinya. Mulailah beberapa minggu sebelum Anda melahirkan.

2. Berikan krim lanolin pada daerah di sekitar puting, lakukan beberapa kali setiap harinya untuk menenangkan daerah payudara yang terasa sakit dan melembutkan kulit setelah mulai menyusui.

3. Usahakan agar penutup bra yang Anda gunakan khusus menyusui (nursing bra) tetap terbuka agar payudara Anda mendapat udara dan oksigen yang cukup.

4. Jika Anda mempunyai masalah dengan puting yang masuk ke dalam payudara atau puting Anda tidak keluar menjelang melahirkan, konsultasikanlah dengan ahli laktasi.

5. Ikuti grup-grup menyusui menjelang kehamilan Anda untuk mendapatkan informasi lebih banyak tentang masa-masa menyusui atau pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan sebelum melahirkan.

6. Dapatkan buku yang bagus tentang menyusui dan bacalah menjelang kelahiran sehingga Anda akan mendapatkan informasi yang dibutuhkan ketika anak Anda lahir.

Selamat Mencoba.nu/det

Perangsang ASI : Kembang Tahu


Kembang tahu tinggi kadar proteinnya. Rumah sakit memanfaatkannya untuk pemulih kesehatan pasien. Makanan ini juga dianjurkan bagi penderita diabetes dan tekanan darah tinggi, serta konon merangsang ASI sehingga sangat baik bagi ibu hamil dan baru melahirkan.

Tahu merupakan gumpalan protein dari susu kedelai yang telah dipisahkan dengan air tahu (whey) dengan cara pengepresan. Sebaliknya, kembang tahu merupakan lapisan tipis yang terbentuk di permukaan susu kedelai yang dipanaskan. Mungkin karena mengapung-apung di permukaan susu kedelai, maka disebut sebagai kembang tahu.

Di Indonesia, kembang tahu dipakai sebagai campuran sup ayam, sup buntut, kimlo, capcay, dan bihun goreng. Bentuknya yang tipis dan kering memungkinkan kembang tahu disimpan lama tanpa memerlukan lemari pendingin. Produk tersebut mudah ditemukan di berbagai warung dan pedagang sayur keliling.

Jenis kembang tahu
Pernahkah Anda memperhatikan terbentuknya lapisan tipis yang mengapung di permukaan segelas susu sapi panas yang didiamkan mendingin pada suhu kamar? Lapisan tersebut merupakan gumpalan protein dan lemak yang lama-kelamaan akan menebal sehingga dengan mudah dapat diangkat. Jika dicicipi akan terasa lezat, halus, dan agak liat.

Hal yang sama juga akan terjadi jika susu kedelai dipanaskan. Lapisan tipis dari permukaan susu yang telah dipanaskan tersebut di Jepang dinamakan yuba, sedangkan di Indonesia lebih populer disebut kembang tahu. Selain dari kacang kedelai, kembang tahu juga dapat dibuat dari kacang-kacangan lainnya, seperti kacang hijau, kacang gude, kacang jogo, koro benguk, dan lain-lain.

Secara umum, kembang tahu dapat digolongkan menjadi tiga macam, yaitu kembang tahu segar, setengah kering, dan kering. Di Jepang, kembang tahu segar disebut nama yuba. Ciri-ciri kembang tahu segar yang baik adalah warna krem kekuning-kuningan, tekstur lembut, ringan, rasa sedikit manis, dan enak rasanya.

Sayangnya, kembang tahu segar ini tidak tahan disimpan lama, yaitu hanya mampu bertahan 2-4 hari pada suhu kamar atau 3-5 hari pada lemari es. Untuk mencegah serangan jamur, kembang tahu basah biasanya dibungkus dengan plastik atau karton kedap udara.

Kembang tahu setengah kering, yang disebut juga nama gawaki atau han gawaki, merupakan kembang tahu segar yang telah dikeringkan sampai kadar air tertentu, tetapi belum sampai rapuh. Kembang tahu jenis ini umumnya dibungkus plastik atau karton dan disimpan pada ruangan biasa.

Jenis ketiga adalah kembang tahu kering yang disebut kanso hashi yuba, merupakan jenis yang paling populer dan paling umum dipasarkan. Kembang tahu ini dibuat dengan cara mengeringkan kembang tahu basah hingga kadar air yang sangat rendah sehingga teksturnya menjadi sangat rapuh.

Karena kadar airnya yang sangat rendah, jenis ini dapat disimpan lama pada suhu kamar. Ada lima bentuk utama dari kembang tahu jenis ini, yaitu lembaran, spiral, rol panjang, rol pendek, dan oharagi. Kembang tahu kering ini dapat disimpan selama 4-6 bulan pada ruangan berpendingin atau kotak kedap udara.   

Cara pembuatan
Kembang tahu dapat dibuat, baik dalam skala kecil (tradisional) maupun skala besar (pabrik modern). Di Indonesia umumnya pembuatan kembang tahu masih dilakukan secara tradisional. Selain di Jepang, proses pembuatan kembang tahu secara modern dan besar-besaran antara lain telah dikembangkan di Taiwan dan Hong Kong sejak tahun 1973.

Bahan baku utama dalam pembuatan kembang tahu adalah kedelai dan air. Peralatan yang dibutuhkan adalah wadah perendam kedelai, penggiling kedelai, kain saring, panci, dan wadah pemanas susu kedelai. Proses pembuatannya dibagi ke dalam dua tahapan utama, yaitu pembuatan susu kedelai dan pembuatan lapisan tipis.

Pembuatan susu kedelai
a. Biji kedelai kering dibersihkan dari kotoran, kerikil, pasir, potongan ranting, dan batang kedelai. Biji rusak, hitam, dan berkapang harus dibuang. Setelah itu, biji dicuci sampai bersih. Kotoran dan biji yang mengapung harus dibuang. Pencucian dilakukan sampai air bilasan tampak jernih.

b. Biji yang telah dicuci bersih selanjutnya direndam di dalam air selama 8 jam. Air diganti-ganti setiap 2-3 jam. Setelah itu kedelai ditiriskan.

c. Kedelai dimasukkan ke dalam air mendidih. Besar api diatur agar suhu bertahan 85-90 derajat Celsius. Perendaman dalam air panas ini dilakukan selama 10 menit. Setelah itu kedelai diangkat dan didinginkan dengan air mengalir, kemudian ditiriskan.

d. Siapkan air panas dengan suhu sekitar 90 derajat Celsius sebanyak enam kali berat kedelai kering yang akan diolah. Suhu air ini dipertahankan selama pekerjaan berlangsung. Ke dalam air panas ini ditambahkan bubuk kalsium karbonat sebanyak 0,5 gram untuk setiap liter air panas.

e. Biji kedelai dihaluskan dengan blender atau digiling dengan mesin penggiling sampai menjadi bubur kedelai. Penggilingan dilakukan sambil ditambahkan campuran air panas-kalsium karbonat. Jika air panas yang disediakan tidak habis untuk menggiling kedelai, sisa air dicampurkan dengan bubur kedelai, kemudian diaduk-aduk selama tiga menit.

f. Bubur kedelai disaring dan diperas dengan kain saring rangkap dua. Cairan yang diperoleh disebut sebagai susu kedelai mentah.

Pembuatan lapisan tipis
a. Susu kedelai mentah dimasukkan ke dalam wadah pemanas yang dangkal, tetapi luas permukaannya (seperti nampan) atau dapat juga dengan panci. Susu dipanaskan sampai suhu 90 derajat Celsius sambil diaduk-aduk. Busa yang terbentuk dibuang. Ketika suhu telah mencapai 90 derajat Celsius, susu tidak boleh lagi diaduk.

b. Lapisan tipis akan terbentuk di permukaan cairan. Setelah merata di seluruh permukaan susu, lapisan tersebut diambil menggunakan lidi tebal atau bilah bambu. Setelah lapisan pertama diangkat, akan segera terbentuk lapisan kedua. Demikian seterusnya. Proses tersebut dapat diulang sekitar delapan kali atau sampai tidak terbentuk lapisan lagi.

c. Lapisan tipis tersebut selanjutnya dijemur hingga kering dengan cara menggantungnya bersama dengan lidi atau bambu yang digunakan dalam proses pengangkatan tadi. Dari satu kilogram kedelai rata-rata akan dihasilkan sekitar 0,40-0,55 kilogram kembang tahu kering.

d. Kembang tahu yang telah kering dapat dikemas di dalam kantong atau kotak plastik untuk melindunginya dari udara dan uap air. Kondisinya yang kering menyebabkan mudah menyerap uap air sehingga lama-kelamaan menjadi berjamur dan rusak.

Dianjurkan untuk Ibu Hamil dan Melahirkan
Sesuai dengan jenis bahan bakunya, yaitu kedelai yang kaya protein, kandungan gizi utama dari kembang tahu adalah protein, sekitar 48,9 – 52,3 gram per 100 gram kembang tahu jenis kering. Sumbangan gizi lainnya yang cukup menonjol adalah lemak (13,8-24,1 g/100 g), energi (380 – 432 kkal/100 g), serta sejumlah mineral. Kadar mineral dicerminkan oleh kadar abu yang lumayan.

Di Jepang, kembang tahu merupakan bahan makanan yang sangat populer. Konon, kembang tahu dapat merangsang keluarnya air susu ibu (ASI) sehingga sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu-ibu sebelum dan sesudah melahirkan. Kembang tahu juga umum digunakan di rumah sakit sebagai sumber protein pemulih kesehatan para pasien. Hal tersebut didukung oleh tingginya kadar protein dan daya cerna dari protein tersebut.

Seperti halnya kedelai, kembang tahu juga memiliki komposisi asam amino yang sangat baik. Asam amino yang cukup menonjol adalah lisin, yang umumnya sangat rendah pada bahan pangan lainnya.

Kembang tahu sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita tekanan darah tinggi (hipertensi) dan diabetes melitus. Kembang tahu juga merupakan sumber protein yang sangat baik untuk para vegetarian, yang berpantang produk-produk hewani. Tentu diperlukan kreativitas yang sangat tinggi dalam pengolahan kembang tahu menjadi berbagai makanan sehingga tidak membosankan./*

Prof. DR. Made Astawan/kmps

Menyusui : Ibu Harus Tahu Fakta Ini !!


Masa menyusui adalah masa yang sangat penting dan berharga bagi seorang ibu dan bayinya. Pada masa inilah hubungan emosional antara ibu dan anak akan terjalin.

Dengan periode yang cukup panjang, masa menyusui sangat baik bagi perkembangan mental dan psikis anak. Ketika air susu mengalir dari payudara ibu, si anak akan merasakan betapa besar curahan cinta, kasih sayang, dan kehangatan yang diberikan kepadanya.

Namun begitu, masa menyusui ini bukanlah hal yang mudah bagi ibu. Masa ini termasuk yang paling sensitif dalam kehidupan ibu, baik secara fisik ataupun emosional. Begitu ibu mulai menyusui, mereka akan diuji dengan segala hal yang berada dalam diri dan lingkungannya.

Tak jarang, selama masa menyusui muncul kekhawatiran dan keraguan dalam pikiran ibu. Pertanyaan-pertanyaan tentang apa yang boleh dan tidak boleh, bagaimana menyusui saat sakit, atau cara mengawetkan ASI, kerap muncul sebagai reaksi kekhawatiran itu.

Nah, berikut ini adalah beberapa pertanyaan seputar menyusui yang sering kali muncul dalam benak ibu serta fakta pentingnya. Dengan mendapat informasi yang tepat, masa menyusui diharapkan menjadi masa yang menyenangkan baik bagi ibu maupun bayi.

1.  Bolehkah merokok selama menyusui?
Tidak menyusui saja tidak boleh merokok, apalagi ketika menyusui. Merokok saat menyusui sangat tidak dianjurkan dokter.

2.  Apa saja yang tidak boleh dikonsumsi oleh ibu yang sedang menyusui?
Narkoba, minuman keras, dan rokok, tapi kopi boleh dikonsumsi.

3.  Bolehkah ibu yang sedang menyusui ikut berpuasa saat Ramadhan?
Sebetulnya, ibu yang menyusui diperbolehkan tidak berpuasa saat Ramadhan tiba. Jadwal makannya juga boleh disesuaikan dengan anggota keluarga lain yang berpuasa. Misalnya, ikut makan saat sahur, sebagai pengganti sarapan, makan siang seperti biasa, dan berbuka sebagai pengganti makan malam.

4. Bagaimana ibu vegetarian yang menyusui bisa tetap memenuhi gizi bayinya?
Sebaiknya si ibu mengonsumsi vitamin B lebih banyak daripada ibu menyusui yang tidak vegetarian.

5. Bolehkah ibu yang terkena kanker payudara menyusui bayinya?
Bila sang ibu tidak sedang dalam pengobatan, boleh saja menyusui. Namun, bila sedang dalam pengobatan, hentikan memberi ASI.

6.  Bolehkah ibu yang terkena HIV menyusui bayinya?
Bila kondisi sang ibu tidak memungkinkan untuk memberi bayinya susu formula (misalnya tinggal di daerah terpencil seperti di Papua), boleh saja ia menyusui. Namun, ASI harus direbus lebih dulu.

7. Berapa lama ASI bisa bertahan bila disimpan di dalam kulkas?
Bila disimpan di freezer dalam kulkas dengan satu pintu, ASI bisa tahan sampai dua minggu. Bila disimpan dalam freezer dalam kulkas dengan dua pintu bisa bertahan hingga tiga bulan.

HD/kmps

Seberapa Sering Saya Dapat Menyusui Bayi Saya?


Tunggulah isyarat dari Bayi Anda, setiap bayi memiliki kebiasaan yang berbeda, tapi yang terbaik adalah memberikannya susu di saat bayi anda membutuhkannya. Kebutuhannya beragam dari sekitar tiga atau empat jam sekali, atau bahkan tidak jarang yang memintanya setiap setengah jam pada saat awal-awal sang bayi mulai menyusu kepada anda. Bayi yang baru lahir memiliki perut yang kecil, sehingga hanya dapat menampung jumlah susu yang tidak terlalu banyak, oleh sebab itu ia memerlukan terus di susui. Anda dapat memperhatikan bayi anda dikala ia memerlukan susu, biasaya ia akan mengejar puting anda bila didekatkan kepadanya.

Apakah Pelindung Puting Berguna?
Pelindung puting payudara yang biasanya terbuat dari silikon lentur memiliki fungsi untuk melindungi puting anda ketika bayi anda menyusu kepada anda. Mungkin, pelindung puting ini sangat bermanfaat bagi anda yang memiliki bayi yang telah memiliki gigi sehingga puting anda bisa sedikit beristirahat dari gigitannya, namun yang patut diperhatikan adalah, pemakaiannya harus benar-benar steril, sterilkan pelindung puting tersebut di setiap akan digunakan.

Apakah Saya harus Menambah frekuensi Saya Makan dikala menyusui?
Anda akan membutuhkan tambahan ekstra 500 kalori per hari bila anda sendang menyusui karena dalam proses menyusui anda akan banyak mengeluarkan energi seiring dengan nutrisi yang diambil oleh sang bayi dari tubuh anda. Pastikan anda selalu menyiapkan banyak makanan ringan yang bernutrisi tinggi dari pada anda memakan makanan berat yang tinggi kalorinya namun kurang dalam hal nutrisi seperti kue-kue dan biskuit. Anda akan merasakan lebih sering lapar dan haus disaat menyusui bayi anda, oleh sebab itu, siapkanlah selalu minuman dan makanan ringan bernutrisi tinggi disekitar anda.


sumber: Your Baby First Year/Feeding, Unit 62, Sheet 2.

Memberikan ASI untuk Pertama Kalinya Kepada Bayi Anda


Belajar untuk memberikan ASI setelah proses melahirkan yang sangat melelahkan akan merupakan sebuah perjuangan yang cukup berat. Namun bila anda mampu bertahan dan mengikuti beberapa tips sederhana, mungkin anda akan dapat merasakan manfaatnya.

Merupakan hal yang sangat alami dan mengagumkan melihat seorang ibu menyusui anaknya, sebuah permulaan yang merupakan pemberian terbaik bagi si bayi. Namun, walaupun bagi sebagian ibu hal tersebut terlihat mudah, tapi banyak juga yang mengalami kesulitan dalam melakukannya.

Dengan membengkaknya payudara, puting yang sakit dan tangisan bayi meminta susu, kadangkala terlihat akan lebih mudah untuk menyerah dan beralih ke susu formula. Namun bila anda, kaum ibu, dapat melakukannya dengan benar dan sabar menghadapi kesulitannya pada saat pertama kali anda melakukannya setelah melahirkan sang bayi, mungkin anda akan menerima banyak manfaat.

Dengan menyusui sendiri bayi anda, berarti anda telah memberikan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh bayi anda, melindunginya dari berbagai macam infeksi dan yang paling penting adalah, anda telah menjalin hubungan yang sangat spesial antara anda dan bayi anda.

Persiapan Menyusui
Untuk membuat bayi anda dapat menyusu dengan baik, anda harus nyaman dan santai. Ketika duduk, pastikan punggung anda terlindungi dengan baik dengan sesuatu yang empuk dan bantal yang banyak bila anda duduknya di tempat tidur, dan mungkin anda juga memerlukan satu bantal lagi di bawah tangan anda untuk memberikan perlindungan kepada sang bayi dan mendekatkannya ke payudara anda. Dan satu lagi, kaki anda harus berpijak ke lantai untuk memastikan kestabilan posisi anda.

Anda juga dapat menyusuinya dengan posisi tidur, miringkan tubuh anda dan tinggikan kepala anda dengan bantuan bantal atau sejenisnya, lalu dekatkan bayi anda sedekat mungkin hingga mulutnya dapat menjangkau payudara anda. Lindungi punggung bayi anda dengan tangan anda atau dengan bantuan bantal, tapi ingat baik-baik, jangan sampai bayi anda kepanasan atau anda jatuh tertidur .

Sebelum memulai proses menyusui, pastikan semua yang anda butuhkan dapat terjangkau oleh tangan anda seperti minuman, makanan ringan, buku, telepon dan mungkin sebuah saputangan untuk mencegah tumpahan air susu sehingga bila sesuatu terjadi, anda tidak perlu bergerak banyak.

Menyusui dengan baik
Ketika pertama kali bayi anda menyusu kepada anda, ia akan merasakan air susu yang fungsinya menghilangkan rasa hausnya yang kemudian berlanjut menjadi ari susu yang memiliki banyak kalori yang dibutuhkan sang bayi. Bergantianlah menyusui bayi anda dari payudara yang satu ke yang lainnya untuk mencegah membengkaknya salah satu payudara anda dan sakitnya puting payudara anda. Untuk mengetahui payudara mana yang baik untuk disusui oleh bayi anda, rabalah satu per satu, payudara yang memiliki banyak susu akan terasa kencang, pilihlah payudara tersebut, namun ada baiknya bila sebelum mulai menyusui bayi anda lagi, buanglah dulu sedikit susu dari payudara yang penuh dengan susu tersebut untuk mencegah aliran susu yang terlalu kencang bila di susui oleh bayi anda karena dibeberapa kasus, hal tersebut dapat membuat bayi anda tersedak.

sumber: Your Baby First Year/Feeding, Unit 62, Sheet 2.

Memerah ASI? Mudah kok…

TEKNIK MARMET
Bertahun-tahun lamanya para ibu telah menggunakan cara memeras ASI dg teknik Marmet yg mengutamakan let-down refleks. Bahkan banyak ibu menyusui yg menyatakan bahwa dg teknik marmet ini produksi ASInya meningkat. Ibu menyusui yg sebelumnya memerah ASI ataupun yg belum pernah memerah ASI akan mendapatkan hasil sempurna dg teknik ini.

PENTINGNYA TEKNIK MEMERAH YANG TEPAT

Jika kita perhatikan cara memerah ASI dg tangan tampaknya sulit dari yg dibayangkan. Dalam hal ini, tangan harus lebih cepat dari mata. Sehingga banyak ibu yg merasa bahwa memerah ASI dg tangan sangat sulit. Meskipun ia telah belajar dari bacaan atau pun praktek langsung. Memang, ASI dapat diperah dg mudah tanpat teknik apapun. Namun satu hal yg sering terlupakan adalah teknik yg tidak tepat akan merusak jaringan lemak pada payudara, membuat payudara menjadi lecet. Bahkan kulit payudara bisa menjadi memar atau memerah.

Memerah ASI dg teknik Marmet awalnya diciptakan oleh seorang ibu yg harus mengeluarkan ASInya karena alasan medis. Awalnya ia kesulitan mengeluarkan ASI dg refleks yg tidak sesuai dg refleks keluarnya ASI saat bayi menyusu. Hingga akhirnya ia menemukan satu metode memijat dan menstimulasi agar refleks keluarnya ASI optimal. Kunci sukses dari teknik ini adalah kombinasi dari cara memerah ASI dan cara memijat.

Jika teknik ini dilakukan dg efektif dan tepat, maka seharusnya tidak akan terjadi masalah dalam produksi ASI ataupun cara mengeluarkan ASI. Teknik in dapat dg mudah dipelajari sesuai instruksi. Tentu saja semakin sering ibu melatih memerah dg teknik marmet ini, maka ibu makin terbiasa dan tidak akan menemui kendala.

KEUNGGULAN MEMERAH ASI

Banyak sekali keuntungan memerah ASI dg teknik marmet. Diantaranya :

  • Penggunaan pompa ASI relatif tidak nyaman dan tidak efektif mengosongkan payudara.
  • Banyak ibu telah membuktikan bahwa memerah ASI dg tangan jauh lebih nyaman dan alami (saat mengeluarkan ASI).
  • Refleks keluarnya ASI lebih mudah terstimulasi dg Skin to skin contact (dg cara memerah tangan) daripada penggunaan pompa (terbuat dari plastik).
  • Jelas nyaman digunakan
  • Aman dari segi lingkungan
  • Portable (mudah dibawa kemana-mana). Tidak mungkin kan ibu lupa membawa tangannya ?
  • Dan yg paling mengasyikkan : GRATIS

BAGAIMANA ASI DIPRODUKSI

Sel-sel pembuat ASI (Aveoli)

  • Areola (Bagian gelap daripayudara)
  • Gudang ASI
  • Puting
  • Saluran ASI

ASI diproduksi oleh sel-sel pembuat ASI (alveoli). ASI tsb disalurkan melalui saluran ASI dan disimpan di gudang ASI. Ketika alveoli terstimulasi, maka sel-sel tsb akan memproduksi ekstra ASI ke dalam sistem saluran. Kondisi ini disebut juga Refleks keluarnya ASI (Let-down reflex).

MEMERAH ASI

Mengeluarkan ASI dari Gudang ASI hingga tuntas

mepost.jpg1. LETAKKAN ibu jari dan dua jari lainnya

(telunjuk & jari tengah) sekitar 1 cm hingga 1,5 cm dari areola

  • Usahakan utk mengikuti aturan tsb sbg panduan. Apalagi ukuran dari areola tiap wanita bervariasi.
  • Tempatkan ibu jari diatas areola pada posisi jam 12 dan jari lainnya di posisi jam 6.
  • Perhatikan bahwa jari-jari tsb terletak diatas gudang ASI. Sehingga proses pengeluaran ASI optimal.

meavcup.jpgHindari melingkari jari pada areola spt gambar ini. Posisi jari seharusnya TIDAK berada di jam 12 dan jam 4.

mepush.jpg2. DORONG ke arah dada
Hindari meregangkan jari.
Bagi yg berpayudara besar, angkat dan dorong ke arah dada.

meroll1.jpg3. GULUNG menggunakan ibu jari dan jari lainnya secara bersamaan

meroll2.jpgGerakkan ibu jari dan jari lainnya hingga menekan gudang ASI hingga kosong. Jika dilakukan dg tepat, maka ibu tidak akan kesakitan saat memerah.

Catatan : Perhatikan posisi dari ibu jari dan jari-jari lainnya pada gamabr dg baik. Arah panah menunjukkan arah tekanan jari saat melakukan gerakan. Perhatikan posisi jari berubah pada tiap gerakan mulai dari posisi Push (jari terletak jauh di belakang areola) hingga posisi Roll (jari terletak di sekitar areola).

4. ULANGI SECARA TERATUR (RYTHMICALLY) hingga gudang ASI kosong.

Posisikan jari secara tepat, push (dorong), roll (gulung); posisikan jari secara tepat, push (dorong), roll (gulung).

5. PUTAR ibu jari dan jari-jari lainnya ke titik gudang ASI lainnya. Demikian juga saat memerah payudara lainnya, gunakan kedua tangan. Misalkan, saat memerah payudara kiri, gunakan tangan kiri. Juga saat memerah payudara kanan, gunakan tangan kanan. Saat memerah ASI, jari-jari berputar seiring jarum jam ataupun berlawanan agar semua gudang ASI kosong. Pindahkan ibu jari dan jari lainnya pada posisi jam 6 & jam 12, kemudian posisi jam 11 & jam 5, kemudian jam 2 & jam 8, kemudian jam 3 & jam 9.

Gambar berikut menunjukkan posisi tangan pada payudara kanan.

merotate.jpg

HINDARI GERAKAN BERIKUT

meavsq.jpgHindari menekan / memencet payudara. Hal ini dapat melukai payudara.
meavpul.jpgHindari menarik-narik puting payudara. Hal ini dapat merusak lapisan lemak pada areola.
meavsld.jpgHindari menekan dan mendorong (sliding on) payudara. Hal ini dapat menyebabkan kulit pada payudara memar atau memerah.
AGAR ASI MUDAH DIKELUARKAN

Hal-hal dibawah ini dapat membantu merangsang (stimulasi) refleks keluarnya ASI.

memasg.jpgPEMIJATAN (MASSAGE)
mestrk.jpgSTROKE

meshak.jpgMENGGUNCANG (SHAKE)

1. PIJATLAH sel-sel produksi ASI dan saluran ASI.

Mulai dari bagian atas payudara. Dg gerakan memutar, pijat dg menekan ke arah dada.
2. TEKANLAH daerah payudara dari bagian atas hingga sekitar puting dg tekanan lembut dg jari spt menggelitiki.
3. GUNCANGLAH payudara dg arah memutar. Gerakan gravitas akan membantu keluarnya ASI.

PROSEDUR

Prosedur berikut diutamakan bagi para ibu yg memberikan ASI eksklusif dan bagi mereka yg ingin meningkatkan produksi ASI juga menjaga agar produksi ASI optimal.

  • Perahlah kedua payudara hingga ASI kosong dari gudang payudara (ditandai dg aliran ASI yg menurun).
  • Lakukan prosedur stimulasi refleks keluarnya ASI agar ASI mudah dikeluarkan (massage, stroke, shake) pada kedua payudara. Prosedur tsb dapat dilakukan kapanpun.
  • Ulangi seluruh proses memerah ASI pada tiap payudara dan teknik stimuasi refleks keluarnya ASI sekali atau dua kali. Aliran ASI biasanya menurun pada kali kedua atau ketiga. Ini artinya gudang ASI mengering.

WAKTU

KESELURUHAN PROSEDUR umumnya membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit.

  • Perahlah tiap payudara selama 5-7 menit.
  • Pijat (Massage), stroke, guncang (shake).
  • Perahlah lagi tiap payudara selama 3-5 menit.
  • Pijat (Massage), stroke, guncang (shake).
  • Perahlah lagi tiap payudara selama 2-3 menit.

Catatan :

Jika supply ASI terjaga, gunakan waktu semaksimal mungkin. Waktu tsb diatas hanya sbg patokan saja. Perhatikan aliran ASI dan ganti payudara lainnya jika aliran ASI pd payudara tsb sudah mulai menurun.

Catatan :

Jika ASI tidak keluar atau hanya sedikit ASI yg keluar, ikuti petunjuk diatas dg periode waktu lebih singkat dan sering.

Sumber : http://www.lactationinstitute.org/MANUALEX.html
Diterjemahkan bebas dari artikel “MARMET TECHNIQUE” oleh Luluk Lely Soraya I, March 2006

Merawat Puting Sehabis Melahirkan

Semua wanita, terutama yang mempunyai rencana untuk menyusui bayinya, sebaiknya selalu merawat payudara.

Yang dapat anda lakukan Kenakan BH yang enak dipakai dan bisa menyangga payudara dengan baik. Ganti BH dengan ukuran yang lebih besar bila usia kehamilan bertambah.

Jaga payudara selalu dalam keadaan bersih dengan cara mandi dengan sabun lunak setiap hari.

Perlahan-lahan usap setiap kotoran yang akan menyumbat mulut saliran ASI. Keringkan dengan handuk bersih.

Oleskan krem lanolin setiap hari pada putting susu, bila perlu untuk menjaga kelembutan dan mencegah lecet-lecet sewaktu menyusui.

Bila putting susu terlalu pendek, datar atau tertarik kedalam, tariklah masing-masing putting keluar dan pilir-pilirlah di antara ibu jari dan jari telunjuk selama beberapa menit setiap hari. Atau kenakan pelindung putting susu.

Setelah usia kehamilan lebih dari 7 bulan, pijatlah daerah kehitaman di sekitar putting susu (areola) beberapa kali setiap hari. Cara ini akan membantu membuka saluran susu. Perhatikan untuk selalu membersihkan tetesan susu sehingga tidak mongering dan menyumbat saluran air susu.

Sumber: http://www.info-sehat.com/kehamilan/nutrisi.htm

Penelitian meneliti dampak menyusui terhadap viral load HIV

Oleh: The Kaiser Daily HIV/AIDS Report

“Pengembangan penyakit HIV pada ibu menyusui dan tidak menyusui (memilih susu formula untuk bayinya): Perbandingan prospektif T-Cell subsets selama dua tahun, Tingkat RNA HIV dan Angka kematian.” Jurnal Penyakit Infeksi: Phelgona Otieno dari Pusat Penelitian Klinis di Kenya Medical Research Institute mengamati 296 ibu hamil yang HIV-positif di Nairobi, Kenya sejak Oktober 2000 hingga Juni 2005. Seluruh perempuan ini menerima penogbatan antiretroviral AZT jangka pendek dan perawatan standar pralahir untuk mengurangi risiko penularan HIV ibu-ke-bayi. Para peneliti mengukur berat badan, lingkar lengan atas serta jumlah CD4 dan viral load pada bulan ke satu, tiga, enam, sembilan, 12, 18, dan 24 setelah melahirkan.

Sembilan puluh delapan perempuan memilih memberi susu formula dan 198 memilih menyusui bayi mereka. Berdasarkan penelitian ini, indeks massa tubuh (BMI) menurun lebih cepat pada ibu menyusui dibandingkan dengan yang memberi susu formula. Para peneliti menambahkan bahwa viral load HIV dan angka kematian tidak berbeda secara bermakna antara kedua kelompok perempuan tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa menyusui terkait dengan sedikit penurunan jumlah CD4 dan BMI pada perempuan. Viral load HIV dan angka kematian pada ibu menyusui tidak lebih tinggi di antara ibu yang menyusui, “yang memberi kesan bahwa sedikit dampak buruk pada ibu menyusui yang menerima perawatan lanjutan untuk infeksi HIV,” menurut para peneliti (Otieno dan rekan, Journal of Infectious Diseases, Januari 2007).

Keunggulan ASI dan Manfaat Menyusui

Keunggulan dan manfaat menyusui dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu: aspek gizi, aspek imunologik, aspek psikologi, aspek kecerdasan, neurologis, ekonomis dan aspek penundaan kehamilan.

Aspek Gizi

Manfaat Kolostrum

1. Kolostrum mengandung zat kekebalan terutama IgA untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare.
2. Jumlah kolostrum yang diproduksi bervariasi tergantung dari hisapan bayi pada hari-hari pertama kelahiran. Walaupun sedikit namun cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Oleh karena itu kolostrum harus diberikan pada bayi.
3. Kolostrum mengandung protein,vitamin A yang tinggi dan mengandung karbohidrat dan lemak rendah, sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran.
4. Membantu mengeluarkan mekonium yaitu kotoran bayi yang pertama berwarna hitam kehijauan.

Komposisi ASI

1. ASI mudah dicerna, karena selain mengandung zat gizi yang sesuai, juga mengandung enzim-enzim untuk mencernakan zat-zat gizi yang terdapat dalam ASI tersebut.
2. ASI mengandung zat-zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayi/anak.
3. Selain mengandung protein yang tinggi, ASI memiliki perbandingan antara Whei dan Casein yang sesuai untuk bayi. Rasio Whei dengan Casein merupakan salah satu keunggulan ASI dibandingkan dengan susu sapi. ASI mengandung whey lebih banyak yaitu 65:35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap. Sedangkan pada susu sapi mempunyai perbandingan Whey :Casein adalah 20 : 80, sehingga tidak mudah diserap.

Komposisi Taurin, DHA dan AA pada ASI

1. Taurin adalah sejenis asam amino kedua yang terbanyak dalam ASI yang berfungsi sebagai neuro-transmitter dan berperan penting untuk proses maturasi sel otak. Percobaan pada binatang menunjukkan bahwa defisiensi taurin akan berakibat terjadinya gangguan pada retina mata.
2. Decosahexanoic Acid (DHA) dan Arachidonic Acid (AA) adalah asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak yang optimal. Jumlah DHA dan AA dalam ASI sangat mencukupi untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak. Disamping itu DHA dan AA dalam tubuh dapat dibentuk/disintesa dari substansi pembentuknya (precursor) yaitu masing-masing dari Omega 3 (asam linolenat) dan Omega 6 (asam linoleat).

Aspek Imunologik

1. ASI mengandung zat anti infeksi, bersih dan bebas kontaminasi.
2. Immunoglobulin A (Ig.A) dalam kolostrum atau ASI kadarnya cukup tinggi. Sekretori Ig.A tidak diserap tetapi dapat melumpuhkan bakteri patogen E. coli dan berbagai virus pada saluran pencernaan.
3. Laktoferin yaitu sejenis protein yang merupakan komponen zat kekebalan yang mengikat zat besi di saluran pencernaan.
4. Lysosim, enzym yang melindungi bayi terhadap bakteri (E. coli dan salmonella) dan virus. Jumlah lysosim dalam ASI 300 kali lebih banyak daripada susu sapi.
5. Sel darah putih pada ASI pada 2 minggu pertama lebih dari 4000 sel per mil. Terdiri dari 3 macam yaitu: Brochus-Asociated Lympocyte Tissue (BALT) antibodi pernafasan, Gut Asociated Lympocyte Tissue (GALT) antibodi saluran pernafasan, dan Mammary Asociated Lympocyte Tissue (MALT) antibodi jaringan payudara ibu.
6. Faktor bifidus, sejenis karbohidrat yang mengandung nitrogen, menunjang pertumbuhan bakteri lactobacillus bifidus. Bakteri ini menjaga keasaman flora usus bayi dan berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang merugikan.

Aspek Psikologik

1. Rasa percaya diri ibu untuk menyusui : bahwa ibu mampu menyusui dengan produksi ASI yang mencukupi untuk bayi. Menyusui dipengaruhi oleh emosi ibu dan kasih saying terhadap bayi akan meningkatkan produksi hormon terutama oksitosin yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi ASI.
2. Interaksi Ibu dan Bayi: Pertumbuhan dan perkembangan psikologik bayi tergantung pada kesatuan ibu-bayi tersebut.
3. Pengaruh kontak langsung ibu-bayi : ikatan kasih sayang ibu-bayi terjadi karena berbagai rangsangan seperti sentuhan kulit (skin to skin contact). Bayi akan merasa aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh ibu dan mendengar denyut jantung ibu yang sudah dikenal sejak bayi masih dalam rahim.

Aspek Kecerdasan

1. Interaksi ibu-bayi dan kandungan nilai gizi ASI sangat dibutuhkan untuk perkembangan system syaraf otak yang dapat meningkatkan kecerdasan bayi.
2. Penelitian menunjukkan bahwa IQ pada bayi yang diberi ASI memiliki IQ point 4.3 point lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 point lebih tinggi pada usia 3 tahun, dan 8.3 point lebih tinggi pada usia 8.5 tahun, dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI.

Aspek Neurologis

1. Dengan menghisap payudara, koordinasi syaraf menelan, menghisap dan bernafas yang terjadi pada bayi baru lahir dapat lebih sempurna.

Aspek Ekonomis

1. Dengan menyusui secara eksklusif, ibu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk makanan bayi sampai bayi berumur 4 bulan. Dengan demikian akan menghemat pengeluaran rumah tangga untuk membeli susu formula dan peralatannya.

7. Aspek Penundaan Kehamilan

1. Dengan menyusui secara eksklusif dapat menunda haid dan kehamilan, sehingga dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi alamiah yang secara umum dikenal sebagai Metode Amenorea Laktasi (MAL).

Sumber: Buku Panduan Manajemen Laktasi: Dit.Gizi Masyarakat-Depkes RI,2001

Puting Susu Nyeri / Lecet

Masalah yang paling sering terjadi pada ibu yang menyusui adalah puting susu nyeri/lecet. Keadaan seperti ini biasanya terjadi karena posisi bayi sewaktu menyusu salah. Bayi hanya menghisap pada puting karena aerola sebagian besar tidak masuk ke dalam mulut bayi.

Hal ini juga dapat terjadi pada akhir menyusui bila melepaskan hisapan bayi tidak benar. Juga dapat terjadi bila sering membersihkan puting dengan alkohol atau sabun. Puting lecet ini dapat menggagalkan upaya menyusui oleh karena ibu akan segan menyusui karena terasa sakit dan tidak terjadi pengosongan payudara sehingga produksi ASI berkurang. Pencegahan

* Ibu perlu mengetahui posisi menyusui yang benar.
* Ibu perlu tahu cara melepaskan bayi dari payudara.
* Jangan membersihkan puting dengan sabun atau alkohol

Penatalaksanaan

* Perbaiki posisi menyusui.
* Mulai menyusui dari payudara yang tidak sakit.
* Tetap mengeluarkan ASI dari payudara yang putingnya lecet
* Keluarkan sedikit ASI dan oleskan ke puting yang lecet dan biarkan kering
* Pergunakan BH yang menyangga
* Bila terasa sangat sakit boleh minum obat pengurang rasa sakit

Sumber: Rulina Suradi-IDAI.or.id

Pengembangan penyakit HIV pada ibu menyusui

Oleh: hivandhepatitis.com

Penelitian hingga saat ini mempunyai bukti yang bertolak belakang sehubungan dengan dampak menyusui pada kematian ibu dengan HIV.

Dalam sebuah penelitian yang dilaporkan dalam Journal of Infectious Diseases edisi 15 Januari 2007, perempuan HIV-positif di Afrika dilibatkan ketika hamil dan menerima AZT jangka pendek untuk mencegah penularan virus dari ibu ke bayi. Viral load dan jumlah CD4 diukur pada awal dan pada bulan ke 1, 3, 6, 12, 18, dan 24 setelah kelahiran; hasilnya dibandingkan antara ibu yang menyusui bayinya dan ibu yang memberi susu formula.

Hasil

  • Dari 296 perempuan yang terlibat, 198 ibu menyusui dan 98 memberi susu formula.
  • Pada awal, ibu yang memberi susu formula berpendidikan lebih tinggi dan mempunyai prevalensi penyakit terkait HIV yang lebih tinggi dibandingkan ibu yang menyusui.
  • Kelompok ini tidak berbeda dibandingkan jumlah CD4 atau viral load HIV pada awal.
  • Antara 1 dan 24 bulan setelah melahirkan, jumlah CD4 menurun sebanyak 3,9 per bulan (P <>
  • Viral load meningkat sebanyak 0,005 log per bulan (P = 0,03).
  • Index massa tubuh (BMI) menurun sebanyak 0,03 kg/m2 per bulan (P <>
  • CD4 menurun lebih cepat di antara ibu menyusui dibandingkan dengan ibu yang belum pernah menyusui (7 banding 4 per bulan).
  • BMI menurun lebih cepat pada ibu menyusui (P = 0,04).
  • Viral load dan mortalitas tidak berbeda secara bermakna antara ibu yang menyusui bayinya dan ibu yang memberi susu formula.

Kesimpulan

“Menyusui dikaitkan dengan penurunan jumlah CD4 dan BMI secara bermakna,” para penulis menyimpulkan. “ Viral load dan mortalitas tidak meningkat, yang memberi kesan bahwa dampak buruk akibat menyusui adalah terbatas pada yang menerima perawatan lanjutan untuk infeksi HIV.”

Tata Laksana Inisiasi Menyusu Dini

1. Inisiasi dini sangat membutuhkan kesabaran dari sang ibu, dan rasa percaya diri yang tinggi, dan membutuhkan dukungan yang kuat dari sang suami dan keluarga, jadi akan membantu ibu apabila saat inisiasi menyusu dini suami atau keluarga mendampinginya.

2. Obat-obatan kimiawi, seperti Mis: pijat, aroma therapi, bergerak, hypnobirthing dan lain sebagainya coba untuk dihindari.

3. Ibulah yang menentukan posisi melahirkan, karena dia yang akan menjalaninya.

4. Setelah bayi dilahirkan, secepat mungkin keringkan bayi tanpa menghilangkan vernix yang menyamankan kulit bayi.

5. Tengkurapkan bayi di dada ibu atau perut ibu dengan skin to skin contact, selimuti keduanya dan andai memungkinkan dan dianggap perlu beri si bayi topi.

6. Biarkan bayi mencari puting ibu sendiri. ibu dapat merangsang bayi dengan sentuhan lembut dengan tidak memaksakan bayi ke puting ibunya.

7. Dukung dan bantu ibu untuk mengenali tanda-tanda atau perilaku bayi sebelum menyusu (pre-feeding) yang dapat berlangsung beberapa menit atau satu jam bahkan lebih, diantaranya:

a. Istirahat sebentar dalam keadaan siaga, menyesuaikan dengan lingkungan.
b. Memasukan tangan ke mulut, gerakan mengisap, atau mengelurkan suara.
c. Bergerak ke arah payudara.
d. Daerah areola biasanya yang menjadi sasaran.
e. Menyentuh puting susu dengan tangannya.
f. Menemukan puting susu, reflek mencari puting (rooting) melekat dengan mulut terbuka lebar.

biarkan bayi dalam posisi skin to skin contact sampai proses menyusu pertama selesai.

8. Bagi ibu-ibu yang melahirkan dengan tindakan, seperti oprasi, berikan kesempatan skin to skin contact.

9. Bayi baru DIPISAHKAN dari ibu untuk ditimbang, diukur, dicap; SETELAH MENYUSU AWAL. Tunda prosedur yang invasive seperti suntikan vit K dan menetes mata bayi.

10. Dengan rawat gabung, ibu akan mudah merespon bayi. andaikan bayi dipisahkan dari ibunya yang terjadi kemudian ibu tidak bisa merespon bayinya dengan cepat, sehingga mempunyai potensi untuk diberikan susu formula, jadi akan lebih membantu apabila bayi tetapi bersama ibunya selama 24 jam. dan selalu hindari makanan atau minuman pre-laktal.

Sumber : Sentra Laktasi Indonesia

Pelajari, Enam Aspek Penting Pada ASI

Keunggulan dan manfaat menyusui dapat dilihat dari beberapa aspek diantaranya adalah aspek imunologik, psikologik, kecerdasan, Neurologis, ekonomis dan penundaan kehamilan. Berikut ini penjabaran mengenai berbagai aspek tersebut.

Pertama manfaat ASI dilihat dari aspek imunologik. Aspek imunologik memiliki lima hal penting. Pertama, ASI mengandung zat anti infeksi, bersih dan bebas kontaminasi.

Kedua, Immunoglobulin A (Ig.A) dalam kolostrum atau ASI kadarnya cukup tinggi. Sekretori Ig.A tidak diserap tetapi dapat melumpuhkan bakteri patogen E. coli dan berbagai virus pada saluran pencernaan. Laktoferin yaitu sejenis protein yang merupakan komponen zat kekebalan yang mengikat zat besi di saluran pencernaan.

Ketiga, Lysosim, enzym yang melindungi bayi terhadap bakteri (E. coli dan salmonella) dan virus. Jumlah lysosim dalam ASI 300 kali lebih banyak daripada susu sapi.

Keempat, sel darah putih pada ASI pada 2 minggu pertama lebih dari 4000 sel per mil. Terdiri dari 3 macam yaitu: Brochus-Asociated Lympocyte Tissue (BALT) antibodi pernafasan, Gut Asociated Lympocyte Tissue (GALT) antibodi saluran pernafasan, dan Mammary Asociated Lympocyte Tissue (MALT) antibodi jaringan payudara ibu.

Kelima, faktor bifidus, sejenis karbohidrat yang mengandung nitrogen, menunjang pertumbuhan bakteri lactobacillus bifidus. Bakteri ini menjaga keasaman flora usus bayi dan berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang merugikan.

Dapat juga dilihat melalui aspek Psikologik. Aspek Psikologik mengandung tiga hal penting. Pertama, rasa percaya diri ibu untuk menyusui, bahwa ibu mampu menyusui dengan produksi ASI yang mencukupi untuk bayi.

Menyusui dipengaruhi oleh emosi ibu dan kasih saying terhadap bayi akan meningkatkan produksi hormon terutama oksitosin yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi ASI.

Dua, Interaksi Ibu dan Bayi: Pertumbuhan dan perkembangan psikologik bayi tergantung pada kesatuan ibu-bayi tersebut.

Tiga, pengaruh kontak langsung ibu-bayi : ikatan kasih sayang ibu-bayi terjadi karena berbagai rangsangan seperti sentuhan kulit (skin to skin contact). Bayi akan merasa aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh ibu dan mendengar denyut jantung ibu yang sudah dikenal sejak bayi masih dalam rahim.

Manfaat ASI juga dapat dilihat dari aspek kecerdasan. Aspek kecerdasan ini memiliki dua poin penting. Pertama, Interaksi ibu, bayi dan kandungan nilai gizi ASI sangat dibutuhkan untuk perkembangan system syaraf otak yang dapat meningkatkan kecerdasan bayi. Kedua, penelitian menunjukkan bahwa IQ pada bayi yang diberi ASI memiliki IQ point 4.3 point lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 point lebih tinggi pada usia 3 tahun, dan 8.3 point lebih tinggi pada usia 8.5 tahun, dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI.

Selain itu dapat dilihat dari aspek Neurologis. Dengan menghisap payudara, koordinasi syaraf menelan, menghisap dan bernafas yang terjadi pada bayi yang baru lahir itu bisa lebih sempurna. Lalu bisa dilihat dari aspek ekonomis. Dengan menyusui secara eksklusif, ibu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk makanan bayi sampai bayi berumur 4 bulan. Dengan demikian akan menghemat pengeluaran rumah tangga untuk membeli susu formula dan peralatannya.

Terakhir ada juga aspek penundaan kehamilan. Dengan menyusui secara eksklusif dapat menunda haid dan kehamilan, sehingga dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi alamiah yang secara umum dikenal sebagai Metode Amenorea Laktasi atau yang disingkat MAL.

Menyusui tidak dikaitkan dengan perkembangan HIV pada ibu

Oleh: David Douglas, Reuters Health

Sebuah perbandingan antara ibu yang memberi susu formula dan yang menyusui menunjukkan bahwa menyusui tidak memperburuk HIV pada perempuan yang memakai terapi jangka lama, menurut pendapat para peneliti AS dan Kenya.

“Dalam penelitian perempuan terinfeksi HIV yang terlibat dalam program perawatan HIV, kami menemukan bahwa menyusui tidak berisiko pada kesehatan ibu,” peneliti senior Dr. Grace C. John-Stewart mengatakan pada Reuters Health. “Kami tidak menemukan bukti adanya viral load atau angka kematian yang lebih tinggi di antara ibu menyusui dibandingkan ibu yang tidak menyusui.”

Dalam Journal of Infectious Diseases edisi 15 Januari 2007, Dr. John-Stewart dari University of Washington, Seattle, AS dan rekannya melaporkan tentang penelitian mereka terhadap 296 perempuan yang dilibatkan selama hamil dan diberi AZT jangka pendek. Secara keseluruhan, 198 perempuan memutuskan untuk menyusui dan sisanya memberikan susu formula.

Tindak lanjut selama dua tahun menunjukkan bahwa terjadi penurunan CD4 yang lebih besar pada ibu menyusui dibandingkan ibu yang tidak menyusui (7,2 banding 4,0 per bulan). Indeks massa tubuh (BMI) juga menurun lebih cepat pada ibu menyusui.

Tetapi, tidak ada perbedaan yang bermakna dalam viral load HIV atau tingkat kematian di antara kedua kelompok. Para peneliti mengatakan bahwa penemuan ini menunjukkan “dampak buruk yang terbatas pada ibu menyusui yang diberi pengobatan HIV jangka panjang.”

Dalam tajuk rencana bersama, Dr. Catherine M. Wilfert dari Duke University Medical Center, Durham, North Carolina, AS dan Dr. Mary Glenn Fowler dari Makerere University, Kampala, Uganda mencatat bahwa walaupun ada beberapa tanda pada awal yang bertentangan, namun kebanyakan bukti dari penelitian ini dan penelitian lain “menunjukkan bahwa menyusui tidak berbahaya bagi ibu yang terinfeksi HIV.”

Inisiasi Menyusu Dini

Masih sangat banyak kematian bayi setelah lahir. salah satu penyebabnya karena bayi tidak segera menyusu setelah dilahirkan. seperti dilansir majalah Pediatrics, 30 Maret 2006, pada penetian di Ghana terhadap 10.947 bayi lahir antara Juli 2003 and Juni 2004 dan disusui. Ternyata, bila bayi dapat menyusu 1 jam pertama dapat menyelamatkan 22% bayi, dan apabila menyusu pada hari pertama akan menyelamatkan 16% bayi. Jadi, kematian bayi meningkat secara bermakna setiap permulaan menyusu ditangguhkan.

KENAPA KONTAK KULIT DAN MENYUSU DINI SANGAT PENTINNG?

1. Kehangatan dada ibu dapat menghangatkan bayi, sehingga apabila bayi diletakan di dada ibunya segera setelah melahirkan dapat menurunkan resiko Hypothermia dan menurunkan kematian akibat kedinginan.

2. Getaran cinta, andaikan anda dipeluk oleh suami anda akan merasakan ketenangan, merasa dilindungi dan kuat secara psikis. begitu juga dengan bayi, saat bayi diletakan di dada ibu, bayi akan lebih tenang dan mengurangi stress, maka pernafasan dan detak jantungnya pun lebih stabil.

3. Bayi tercemar lebih dahulu bakteri ibu yang TIDAK BERBAHAYA atau ada antinya di ASI ibu. sehingga Bakteri baik membuat koloni di usu dan kulit bayi dan dapat menyaingi bakteri yang lebih ganas di lingkungan luar.

4. Tidak ada yang meragukan kolostrum, cairan emas yang kaya akan antibodi dan at penting untuk pertumbuhan usus dan ketahanan terhadap infeksi yang sangat dibutuhkan bayi demi kelangsungan hidupnya. saat bayi dapat menyusu segera setelah lahir, maka dia akan mendapatkan kolostrum itu, dan tidak tergantikan formula lain. karena ternyata ada beberapa ibu yang memberikan susu formula setelah melahirkan, ini akan menggantikan cairan emas itu yang sangat dibutuhkan bayi.

5. Pemberian makanan Awal selain ASI (susu hewan) yang mengandung bukan protein susu manusia dapat sangat mengganggu pertumbuhan fungsi usus.

6. Bayi yang diberikan kesempata menusu dini akan mempunyai kesempatan lebih berhasil menyusu eksklusif dan mempertahankan menyusu dari pada yang menunda menyusu dini.

7. Lalu, sentuhan, kuluman/emutan dan jilatan bayi pada puting ibu akan merangsang Oksitosin yang penting agar :
a. Menyebabkan rahim kontraksi yang membantu pengeluaran plasenta dan mengurangi pendarahan.
b. Merangsang hormon lain, yang membuat ibu menjadi tenang, rileks dan mencintai bayinya.
c. Merangsang pengaliran ASI dari payudara.

8. Ibu dan ayah akan sangat bahagia bertemu dengan bayinya pertama kali seperti ini. bagi seorang muslim bahkan dapat meng-Adzankan sang buah hati di dada ibunya, satu keluarga yang harmonis sekali, dimana ayah, ibu dan anak bersatu dalam satu rasa, yaitu cinta.

Sumber : Sentra Laktasi Indonesia

Apa sih Inisiasi Menyusui Dini ?

Ini merupakan proses membiarkan bayi menyusu sendiri segera setelah lahiran.

Ternyata selama bertahun-tahun, kita bener-bener merupakan kodrat dan anugrah dari Tuhan yang sudah disusun untuk kita.

Kata dokter yang kemaren berbicara, dia mengatakan, di luar sudah sadar hal ini sejak 1987 tp di Indonesia baru sadar thn 2006. Lebih baik baru tahu daripada tidak sama sekali.

Si Dokter menceritakan bagaimana proses inisiasi menyusui dini ternyata merupakan proses alami yang seharusnya dilakukan setelah seorang ibu melahirkan bayinya. Dia menceritakan dan bahkan memutarkan video yang dia buat terhadap cucunya sendiri dan juga seorang bayi lainnya. Dia bercerita, bahwa ternyata ada beberapa hal yang akan terjadi selama proses ini, dan ini juga tergambar dalam video yang diputar.

Jadi si Dokter ini menjelaskan bahwa pada saat proses Inisiasi Menyusui Dini akan terjadi tahap2 spt ini (berdasarkan penelitian Ilmiah):

Sesaat setelah lahiran sehabis ari-ari dipotong, bayi langsung diletakan di dada si ibu tanpa membersihkan si bayi kecuali tangannya, kulit ketemu kulit. Ternyata suhu badan ibu yang habis melahirkan 1 derajat lebih tinggi. Namun jika si bayi itu kedinginan, otomatis suhu badan si ibu jadi naik 2 derajat, dan jika si bayi kepanasan, suhu badan ibu akan turun 1 derajat. Jadi Tuhan sudah mengatur bahwa si ibu yang akan membawa si bayi beradaptasi dengan kehidupan barunya. Setelah diletakkan di dada si ibu, biasanya si bayi hanya akan diam selama 20-30 menit, dan ternyata hal ini terjadi karena si bayi sedang menetralisir keadaannya setelah trauma melahirkan.
Gerakan kedua yang terjadi yaitu, setelah si bayi merasa lebih tenang, maka secara otomatis kaki si bayi akan mulai bergerak-gerak spt hendak merangkak. Ternyata gerakan ini pun bukanlah gerakan tanpa makna karena ternyata kaki si bayi itu pasti hanya akan menginjak2 perut ibunya di atas rahim. Gerakan ini bertujuan untuk menghentikan pendarahan si ibu. Lama dari proses ini tergantung dari si bayi. Untuk gerakan ini, ternyata si dokter punya pengalaman. Pernah ada dukun beranak melakukan proses melahirkan, dan ternyata si ibu mengalami pendarahan hebat. Pada saat itu si dukun meletakkan anaknya di dada si ibu, dan anak tersebut menggerak-gerakkan kakinya memasage perut ibunya bahkan lebih dari satu jam, sampai pendarahan si ibu berhenti.
Setelah melakukan gerakan di kakinya, si bayi akan melanjutkan dengan mencium tangannya, ternyata bau tangan si bayi sama dengan bau air ketuban. Dan ternyata wilayah sekitar putiing si ibu itu juga memiliki bau yang sama, jadi dengan mencium bau tangannya, si bayi membantu si bayi untuk mengarahkan kemana dia akan bergerak. Dia akan mulai bergerak mendekati puting ibu denga ketika sudah mendekati puting si ibu, si bayi itu akan menjilat2 dada si ibu. Ternyata jilatan ini berfungsi utk membersihkan dada si ibu dari bakteri2 jahat dan begitu masuk ke tubuh si bayi akan diubah menjadi bakteri2 yang baik dalam tubuhnya. Lamanya kegiatan ini juga tergantung dari si bayi karena hanya si bayi yang tau seberapa banyak dia harus membersihkan dada si ibu.
Setelah itu, si bayi akan mulai meremas-remas puting susu si ibu yang bertujuan untuk merangsang supaya air susu si ibu segera berproduksi dan bisa keluar. Lamanya kegiatan ini juga tergantung dari si bayi itu
Terakhir baru mulailah si bayi itu menyusu.
Mendengar cerita si Dokter ditambah dengan video yang diputarnya, aku ngerasa Amazing… Tuhan memang maha sempurna. Dia sudah menciptakan siklus kehidupan yang begitu indah, namun ternyata diputus oleh manusia selama bertahun-tahun lamanya. Ternyata, walaupun waktu aku melahirkan ada inisialisasi menyusui dini, ternyata langkahnya belum sempurna, karena waktu itu bayi ku cuma melakukan sampai tahap ke 3, yaitu menjilat2 sekitar dada aku.

Si Dokter benar-benar menyarankan audience jika suatu saat akan memiliki anak, untuk meminta kepada rumah sakit yang akan membantu kelahiran supaya diperbolehkan melakukan inisiasi menyusui dini ini minimal 1 jam, karena kelima proses di atas ini bisa berlangsung sekitar 1-2 jam. Beliau juga mengatakan tidak semua RS berani melakukan ini, dan kita sebagai orang tua harus berani meminta ini dilakukan karena ternyata hal ini merupakan siklus kehidupan yang selama ini tidak kita sadari sudah kita putus.

Si Dokter juga mengatakan, bahwa dengan melakukan hal ini, akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh si bayi terhadap penyakit2, kanker syaraf, leukimia, dan beberapa penyakit2 lainnya. Dikatakan juga menekan angka kematian bayi baru melahirkan sebesar 22%.

Makanya dia benar2 mempromosikan hal ini kepada semua calon ortu.

Beliau juga mengatakan, sebuah rumah sakit yang benar-benar mendukung ibu dan anak, maka tidak akan menyediakan ruangan khusus bayi, karena dia mengatakan bahwa dengan memisahkan si ibu dengan si bayi ternyata daya tahan tubuh si bayi akan drop sampai 25%.

Jadi seharusnya tempat bayi adalah di sisi si ibu, 24 jam penuh. Jika ada tindakan memisahkan si ibu dari bayi, maka menurutnya itu adalah tiindakan kriminal. Dan ternyata sebagai RS yang sudah melakukan hal ini, RS Carolus sudah melakukan hal ini (bukan promosi). Tidak ada ruang khusus bayi di Rumah Sakit. Karena ketika si ibu bersama dengan si bayi, daya tahan si bayi akan dalam kondisi prima, dan si ibu bisa melakukan proteksi terhadap si bayi jika memang perlu. Bahkan di RS Carolus tidak ada waktu utk show bayi, karena letak bayi adalah di sisi si ibu. Si dokter mengatakan 95% bayi menangis bukan karena kelaparan, tapi karena dia dipisahkan dari ibunya. Karena berdasarkan penelitian, seorang bayi yang baru lahir, dibekali dari rahim ibunya utk bertahan selama 2-3 hari tanpa makanan. Jadi jangan pernah minta diberikan susu formula untuk si bayi, walau air susu ibu belum keluar.

Aku benar-benar terpukau denger cerita ini. N ini benar-benar pengalaman baru buat aku, dan benar-benar menambah pengalaman utk masa depan aku. N aku juga sempet ngerasa berdosa banget ama anakku, karena walau aku sering minta anakku di bawa ke ruangan, ada jam2 tertentu di mana bayiku aku letakkan di ruang bayi. Maaf ya anakku ..

So buat temen-temen yang memang mau mempunyai anak, cucu ataupun keponakan, sharing ini semoga bisa menambah wawasan, dan bisa membantu kita mencari yang terbaik buat anak-anak kita.

N tolong disharingkan ke orang-orang lainnya, sehingga makin banyak orang yang tau mengenai hal ini. Karena ini adalah keajaiban. Setidaknya buat aku.

- Megawati Puteri -
Member of hypno-birthing Mailing List

Metode Kualitatif, Menyusui pun Langsing dan Sehat

Kini ada cara baru langsing dan sehat bagi ibu menyusui, tanpa harus mengganggu produksi ASI.

Tampil menawan dengan tubuh proporsional dambaan setiap ibu, khususnya yang baru bersalin. Meski menyusui bayi secara ekslusif selama 4-6 bulan dapat mengembalikan Berat Badan (BB) ideal ibu seperti sebelum melahirkan, banyak ibu tidak percaya hal ini. Untuk mengatur makan atau mengurangi BB pun ibu sering tak tega karena kuatir mengganggu produksi ASI. Sedang latihan atau olahraga saja tak serta merta dapat mengembalikan BB seperti sebelum hamil.

Iping, akupunturis dan Massage Shaping Therapist baru-baru ini mengenalkan Teori Kualitatif bagi ibu yang merasa mengalami problem di atas. Menurutnya, dengan memahami Teori Kualitatif, ibu menyusui, atau perempuan manapun yang memiliki ingin memiliki tubuh proporsional, dengan mudah dapat memiliki tubuh idaman.

Bukan Diet Ketat
Teori Kualitatif menurut Iping didasarkan pada riset yang mengkombinasikan faktor biologis dan psikologis seseorang. Kemudian, ia membedakan faktor tersebut pada perempuan yang kurus dengan perempuan yang gemuk dengan kesimpulan, “perempuan gemuk memakan tiga porsi makanan dengan angka rasio kepuasan sembilan, sedang perempuan kurus memakan satu porsi makanan dengan angka kepuasan yang sama yaitu sembilan”. Artinya, keduanya mendapatkan kepuasan yang sama besarnya dengan jumlah asupan makanan berbeda.

Keadaan ini menurut Iping membentuk pola sistem metabolisme tubuh yang berbeda antara Si Kurus dan Si Gemuk. Karena jumlah makanan yang dikonsumsi.

Si Gemuk lebih besar, maka alat pencernaannya pun menjadi lebih besar, atau jika menggunakan perumpamaan, “Ibarat kendaraan bermotor yang memiliki cc mesin besar, maka menggunakan metode apa pun dengan hasil sekurus apa pun orang tersebut potensial menjadi gemuk kembali, karena mesin metabolismenya masih besar,” papar Iping.

Hal inilah yang menurut Iping membuat banyak cara menguruskan badan selalu gagal, termasuk pada ibu menyusui. Jadi menurutnya, yang perlu dan penting diperbaharui bagi ibu menyusui yang ingin melangsingkan badan adalah mengkonsumsi makanan dengan memperkecil kuantitas atau jumlah, tapi meningkatkan kualitas gizi dan proteinnya, secara lengkap dan dikonsumsi setiap tiga kali dalam sehari. “Dengan cara ini kualitas dan kuantitas ASI pun tetap terjaga,” tutur Iping.

Secara garis besar pola makan dalam Teori Kualitatif adalah sebagai berikut:

Makan pagi

Ibu tetap mengkonsumsi susu atau teh manis. Lalu dua butir telur baik direbus, didadar, atau mata sapi bagi ibu menyusui, sedang ibu tidak menyususi cukup satu butir.

Tidak seperti aturan diet lain, Teori Kuantitatif pun membolehkan ibu menambah sarapannya dengan satu lembar roti dilapis keju atau coklat. Sebab dalam teori kualitatif, manis atau lemak keju tidak menjadi pantangan.

Makan siang dan Malam

Makanan siang dan malam harus berupa daging sapi, ayam, ikan atau telur. Bagi ibu menyususi jumlah makanan porsinya tiga kali lebih banyak dari porsi perempuan biasa, yaitu kira-kira 100 gram, dan jumlah sayuran 200 gram. Kemudian, tambahkan sedikit nasi, atau bila ibu tidak ingin nasi, dapat diganti mie atau bihun. Tambahkan pula segelas ukuran sedang air putih atau jus buah. Jumlah keseluruhan sekali porsi makan ala Teori Kualitatif adalah 1/2 porsi ukuran makan normal.

Camilan

Ibu bahkan tetap diperbolehkan mengkonsumsi jajanan seperti es krim. Sebaiknya dikonsumsi setelah makan siang atau makan malam, dengan aturan pengurangan porsi nasi atau sayur pada saat makan siang atau makan malam, misal; daging/penggantinya + sayur + nasi + es krim = 1/2 porsi makan normal. Jika ibu bosan dengan jenis makanan biasa, Ibu juga diijinkan menyantap makanan lain seperti pizza atau somay sebagai pengganti makan siang atau malam. Asalkan dalam kuantitas sama, yaitu 1/2 porsi makan normal.

Teori Kualitatif menurut Iping semakin efektif bila ibu menyusui menghindari makanan asam dan pedas. Ini lantaran jenis makanan ini dapat menimbulkan kejang otot dan merangsang ibu menambah makanan dari jumlah porsi yang ditetapkan.

Terapis yang bisa ditemui di Tee Bee Beauty Centre, Jakarta, ini juga menyarankan agar ibu menaati jadwal makan, yaitu, makan pagi pukul 7.00 -8.00, makan siang pukul 12.00-13.00, dan makan malam pukul 18.00 -19.00. Selain itu hindarkan minum air yang terlalu dingin, mengkonsum kuning telur berlebihan, dan hentikan hobi jajan di luar aturan.

Iping mengingatkan, cara makan juga harus diperbaiki, misal; makan tidak terlalu cepat, kunyahlah makanan perlahan-lahan sekitar 15-20 menit. Ini karena makan perlahan-lahan dapat mempercepat rasa kenyang karena makanan lebih mudah dicerna. Selain itu ia menegaskan supaya tidak menjadikan olah raga sebagai sarana menguruskan badan, karena menurutnya, olahraga penting agar tubuh bugar, tetapi bukan untuk menjadi kurus. “Bila ibu mampu melakukan Teori Kualitatif ini, hasilnya dapat dirasakan dua minggu sampai satu bulan. Dengan penurunan berat badan 2 sampai 4 kilogram per bulan. Selain itu, Teori Kualitatif juga tidak menimbulkan keluhan fisik seperti rasa lapar atau haus, atau gangguan pencernaan seperti maag. Sebaliknya yang terjadi adalah perbaikan sistem dan fungsi metabolisme meliputi lambung, limpa, empedu, usus, dan jantung.”

Mengunci Rasa Lapar

Teori Kuantitatif akan lebih tampak hasilnya bila dilakukan tambahan terapi. Yang dianjurkan Iping adalah massage shaping, berguna untuk melancarkan sistem metabolisme, juga untuk mengunci keinginan makan berlebihan.

Terapi ini menggunakan teknik akupuntur dikombinasi tenaga cikung. Ada empat titik di perut dan dua titik di bawah lutut yang menjadi titik penusukan jarum akupuntur. Selain itu, terapis juga akan melakukan pemijatan di bagian perut untuk membenahi sistem metebolisme ibu yang ingin langsing dan sehat. “Terapi ini sebenarnya tidak terlalu penting kalau ibu sudah bisa melakukan Teori Kualitatif dengan sempurna dan disiplin,” ujar Iping.

Dia melanjutkan, banyak ibu sudah berhasil menurunkan BB dengan teori ini tanpa harus mengikuti massage shaping. “Namun bila ibu ingin mendapatkan hasil yang cepat sebaiknya kombinasikan Teori Kualitatif dengan massage shaping setidaknya seminggu satu kali dalam satu bulan,” jelas pria keturunan Cina Betawi ini.

Baik Untuk Ibu Yang Melahirkan Cesar

Memiliki perut langsing dan indah rasanya mustahil bagi ibu yang melahirkaan dengan bantuan operasi Cesarian. Selain bekas luka jahitan yang sulit hilang, operasi Cesar seringkali juga mengharuskan ibu menghidari penggunaan bengkung atau gurita yang disebut-sebut bisa mengembalikan perut pada bentuk semula.

Selain itu, ibu yang melahirkan Cesar biasanya harus menunda latihan atau olahraga hingga jahitannya benar-benar sembuh sekitar 6-12 bulan.

Namun dengan Teori Kualitatif dan massage shaping ibu sehabis bersalin Cesar pun dapat cepat mengembalikan tubuh idealnya kembali, tanpa perlu olahraga atau latihan otot perut yang membuat perut kembali kencang. Melalui pemijatan dan sistem akupuntur, terapi ini dapat memperkecil lingkar perut, bahkan mengurangi resiko dan menyembuhkan terjadinya perdarahan pasca-operasi.

Sumber : MOTHER & BABY (Mila Meiliasari)

Ingin Anak Pintar? Beri ASI Eksklusif

Siapa yang tidak ingin memiliki anak yang cerdas dan sehat. Kita sering melihat di televisi bayi-bayi yang lucu dan sehat serta `menggemaskan`. Kurangnya informasi dan berkembangnya informasi yang kurang tepat berakibat pada kurangnya pengetahuan masyarakat bahwa ASI Eksklusif adalah langkah awal agar bayi kita cerdas dan sehat dengan budi pekerti yang baik. Pemberian ASI Eksklusif dilakukan dari menit pertama bayi lahir, diletakan di dada ibunya sehingga bayi dapat menyusu sendiri, sampai pada umur bayi 6 bulan, tanpa diberi apapun selain ASI. Tidak susu formula, air putih, air gula apalagi makanan padat. kecuali sedikit vitamin dan obat.

Pada tahun 1997-2002 American Academy of Pediatric merekomendasikan bahwa ASI sumber makanan tunggal untuk bayi sampai 6 bulan pertama kehidupannya. Dilanjutkan dengan makanan pendamping ASI pada umur bayi 6 bulan sampai bayi berumur 2 tahun(AAP 1997, 2002)

Diantara keuntungan ASI Eksklusif adalah meningkatkan kecerdasan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecerdasan antara lain:

a. Faktor Genetika,

ini merupakan modal dasar yang tidak dapat dimanipulasi oleh siapapun, karena langsung diturunkan oleh kedua orang tuanya.

b. Faktor Lingkungan

Manusia adalah mahluk sempurna, dan kesempurnaan itu melalui tahapan-tahapan tersendiri, faktor genetis tidak serta merta dapat mampu membentuk karakter manusia, atau kecerdasan tinggi, tetapi dibutuhkan faktor lingkungan sebagai stimulator kecerdasan alaminya. Diantaranya : adanya pertumbuhan fisik biomedis otak lebih kita kenal dengan ASUH

ASUH atau fisik-biomedis yaitu kepandaian yang berhubungan dengan OTAK, dimana faktor pendukung pertumbuhan ini adalah Nutrisi, dan ASI Eksklusif nutrisi terbaik baik dari sisi kualitas atau kuantitas, untuk masa pertumbuhan Otak yaitu umur 0 - 6 bulan. Selain itu hanya ASI yang mengandung zat pertumbuhan otak ( DHA, AA, Taurin,Lactosa ) yang hanya sedikit sekali terkandung pada susu sapi atau bahkan tidak ada sama sekali. Maka, apabila si bayi kekurangan gizi berat pada masa percepatan pertumbuhan otak ini (0-6 bulan) akan terjadi pengurangan jumlah sel otak 15-20%.

Untuk dapat kecerdasan yang baik manusia membutuhkan juga stimulasi rangsangan dan pendidikan atau dengan kata lain ASAH. agar hardware yang ada semakin matang.

ASAH atau stimulan ini terjadi pertama kali saat inisiasi menyusui dini, dan pemberian ASI eksklusif adalah starting point dimana sang bayi mendapat rangsangan dari ibunya, belaian, ungkapan sayang, pandangan dan kata-kata yang terlontar oleh ibu adalah mediator pembelajaran yang menjadi stimulasi otak untuk mengenal alam semesta. Follow up Studi di New Zealand,mengatakan bahwa bayi-bayi yang disusui menunjukan perkembangan bahasa dan IQ lebih tinggi pada usia 3,5 dan 7 tahun.lalu pada tahun 1998 penelitian terhadap 1000 anak selama 18 tahun di New Zealand juga menyebutkan, Anak ASI mempunyai IQ dan mencapai tingkatan akademik lebih tinggi. Kemudian diperkuat oleh penelitian di Jama tahun 2002 yang dilakukan pada 3253 orang di Denmark, hasilnya ada korelasi kongkrit antara lamanya pemberian ASI dan peningkatan IQ, orang yang disusui kurang dari 1 bulan mempunyai IQ 5 point lebih rendah dari yang disusui setidaknya 7-9 bulan.

Akan tetapi ASUH dan ASAH belum cukup tanpa adanya ASIH. pada prinsipnya kelahiran adalah trauma bagi bayi, bagaimana tidak? Dalam rahim bayi merasa nyaman dan tenang, dipeluk hangat oleh dinding rahim, adanya skin to skin contact, lalu didendangkan dengan detak jantung ibu, dibelai lembut air ketuban yang mengalir, dan diayun-ayun oleh gerak nafas bunda. Makanya kelahiran trauma bagi bayi. Karena tidak ada lagi kenyamanan itu setelah dia dilahhirkan. Maka, dengan disusui eksklusif bayi akan lebih sering didekap oleh bunda, dibelai dan bayi akan merasa aman dan terlindungi dia juga akan merasa bahwa orang-orang sangat mencintainya.

Maka, bonding yang baik adalah dasar terbentuknya suasana secure attachment, sehingga dia tumbuh dalam suasana penuh dengan cinta kasih dan mencintai sesamanya, juga spiritual yang baik. Karena dengan menyusui dini, bayi diajarkan bagaimana bersosialisasi dini, melatih kestabilan emosional sehingga EQ-nya meningkat.

Andaikan keindahan itu tidak cepat berlalu, kurangnya informasi dan gencarnya iklan susu formula, memaksa ibu-ibu untuk menyerah dan tidak percaya diri, bahwa pemberian Tuhan tidak akan pernah terkalahkan oleh ciptaan manusia.

Sumber : Sentra Laktasi Indonesia

Pemeliharaan ASI , pemerasan dan penyimpanan

ASI , adalah hak mutlak bagi bayi dalam mendapatkan banyak manfaat di kehidupannya di kemudian hari , meski seorang ibu itu sibuk bekerja kantoran atau menjadi ibu rumah tangga maka tetap memiliki kewajiban yang sama dalam hal penyajian ASI. Oleh sebab itu perlu pemahaman yang baik akan cara pemeliharaan dan pengolahan ASI mengingat masing-masing ibu memiliki kekondisian yang unik dalam masalah ASI.

Ibu yang bekerja dapat melakukan pemerahan ASI di sela waktu kerjanya yang kemudian disimpan dalam tempat-tempat yang sudah dipersiapkan yang kemudian sesampai di rumah diberikan kepada bayi. Sedangkan Ibu rumah tangga bisa langsung memberikannya namun tetaplah perlu memperhatikan tata cara penyimpanan ASI dengan baik agar ASI tidak lekas rusak karena adakalanya kerepotan sang ibu memaksa harus memberikan ASI dengan botol.

Untuk melakukan pemerasan ASI, sebaiknya menggunakan tangan ataupun dengan alat bantu yang sudah disterilkan demikian pula terhadap penyiapan tempat / wadahnya yang wajib bersih dan tertutup. Lakukan pemerasan dengan seksama dan perlahan serta hindari kondisional stress yang akan berdampak langsung terhadap kualitas dan kuantitas susu hasil perasan. Ada baiknya sebelum melakukan pemerasan dilakukan doa agar secara langsung akan menggerakan mental spiritual sang ibu dalam menunjang proses pemerasan.

Setelah semua tersimpan di tempat yang telah disediakan maka sesegera mungkin lakukan penyimpanan di tempan yang bersuhu dingin seperti dalam lemari es. Bila tidak ada lemari es di kantor , usahakan ASI hasil perahan tersebut tidak berada pada suhu ruang selama lebih dari 6 jam karena kemampuan ASI dalam bertahan dalam suhu ruang hanya berkisar antara 6 s/d 8 jam saja. Lebih lama dari itu dikawatirkan terjadi kerusakan pada ASI.

ASI yang tersimpan dalam lemari es akan mampu terjaga kualitasnya hingga 48 jam sedangkan yang tersimpan di freezer bisa mencapai 2 - 16 minggu. Namun sebelum menggunakannya sebaiknya lakukan 2 langkah berikut ;
1. Pastikan ASI tidak dalam keadaan beku
2. Hangatkan ASI untuk menetralkan kembali kadar kelembabannya

Adapun cara pemberian ASI untuk bayi sebaiknya diberikan dalam keadaan hangat dimana hal tersebut dapat dilakukan dengan cara cukup dengan merendam dalam air hangat selama 15 menit.
Meski memberikan asupan ASI setelah melalui proses penyimpanan adalah hal yang tidak mengurangi manfaat dari ASI itu sendiri namun adalah lebih baik jika ASI langsung diberikan oleh sang ibu dengan cara asupan langsung melalui payudara sebab hal ini secara mental psikologis akan memberikan dampak kenyamanan bagi sang bayi serta proses batiniah dalam interaksi langsung antara ibu dan bayinya.