Refresh Energi di Spa



Masa mual-mual telah berlalu, kini saatnya Anda manjakan diri dengan mengisi energi baru di spa.

Spa ketika hamil? Mengapa tidak! Apalagi selewat masa trimester pertama yang penuh gejolak mual-mual, kini Anda memasuki trimester kedua yang lebih menyenangkan.

Biasanya, beda tempat spa beda pula paket yang ditawarkan. Namun, jenis dan caranya sudah dirancang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi ibu hamil.

Nyaman dan relaks

Sebelum diterapi, biasanya Anda diajak bermeditasi. Kegiatan ini sangat penting karena dapat membantu menurunkan stres. Banyak penelitian membuktikan, stres berkepanjangan selama hamil dapat mengacaukan pengeluaran hormon-hormon di dalam tubuh. Kondisi ini bisa menimbulkan gangguan proses pertumbuhan janin, keguguran atau persalinan prematur. Bahkan, stres yang dialami ibu hamil dikhawatirkan juga dialami oleh janinnya.

Nah, meditasi akan membantu Anda untuk mengenal diri sendiri, dan merasakan hubungan antara Anda dengan janin yang ada dalam rahim. Dengan bermeditasi, diharapkan bukan stres yang Anda alami saja yang berkurang, tetapi juga ‘stres’ yang dirasakan janin. Coba deh, ikuti langkah-langkahnya.

Pertama-tama, pejamkan mata Anda. Buat seluruh tubuh Anda relaks, lalu bernapaslah perlahan melalui hidung (hirup udara perlahan-lahan, konsentrasikan pada aliran udara melalui hidung). Bebaskanlah pikiran Anda sejenak dari kegiatan sehari-hari. Bayangkan seolah-olah Anda sedang bersantai di tempat yang nyaman, aman dan Anda merasa bahagia. Misalnya, di tepi pantai, di gunung, atau sekadar di ruang yang tenang. Setelah tubuh merasa relaks, Anda dapat melakukan kegiatan selanjutnya.

Kulit bersih & sehat

Kegiatan berikutnya bisa berupa scrubbing dan massage. Scrubbing adalah kegiatan menggosok kulit, yang bertujuan mengangkat jaringan kulit yang mati agar kulit Anda selalu bersih dan bercahaya.

Setelah scrubbing, Anda akan di-massage. Kegiatan pijat ibu hamil diharapkan melancarkan aliran darah, serta aliran di kelenjar getah bening. Penelitian Dr. Tiffany Field dari Fakultas Kedokteran Universitas Miami di Amerika Serikat, menunjukkan bahwa pijat ibu hamil, dapat menurunkan hormon penyebab stres dalam tubuh. Sentuhan itu sendiri, sangat penting bukan saja terhadap fisik, tetapi juga untuk emosi ibu hamil.

Penting diingat, pijat ibu hamil tidak boleh ada penekanan, karena dikhawatirkan membahayakan kehamilan. Jadi, massage biasanya hanya dilakukan dalam bentuk pengusapan (efflurage) saja.

Selain itu, perhatikan juga posisi ibu hamil ketika dilakukan pemijatan. Mengingat perut ibu hamil sudah cukup besar, dan agar perut tidak tertekan tubuh. Posisi yang aman adalah duduk dengan kepala dan badan bagian atas disandarkan ke sandaran kursi. Atau, boleh saja jika Anda ingin berbaring, lakukan dengan posisi miring.

Hmm... sungguh nyaman!

Setelah dipijat, Anda akan dipersilakan membersihkan diri dengan cara mandi. Selanjutnya, tubuh Anda akan dilumuri masker dan dibiarkan sampai mengering, lalu dibersihkan. Tujuan kegiatan ini untuk mengencangkan kulit.

Sudah selesai? Belum. Anda bisa memanjakan diri dengan berendam dalam bak berisi air suam-suam kuku (bisa juga mandi bunga dengan ditaburi kelopak bunga mawar) selama 10-15 menit. Setelah itu, tubuh dikeringkan dan diolesi lotion untuk melembapkan kulit. Selain itu, segelas minuman segar telah menanti Anda.

Semua rangkaian kegiatan ini tentu akan berdampak positif terhadap fisik dan emosi Anda. Bagaimana tidak. Perasaan fresh, tenang, nyaman dan damai setelah menjalani kegiatan ini tentu membuat Anda semakin bahagia menjalani kehamilan dan menyambut sang buah hati.

Segudang Manfaat Massage

Sekalipun hanya dalam bentuk pengusapan, namun manfaat massage pada kehamilan sangat banyak.

* Meningkatkan sirkulasi darah, sehingga membantu penghantaran oksigen dan zat-zat makanan ke sel-sel tubuh ibu hamil dan janinnya. Ini berarti meningkatkan vitalitas dan mengurangi rasa lelah yang dialami ibu serta memberikan nutrisi yang lebih baik kepada janinnya.
* Mengurangi tekanan pada jantung, karena membantu sirkulasi darah.
* Membantu mengurangi asam laktat dan sisa metabolisme tubuh lainnya yang jika bertumpuk akan menyebabkan otot cepat merasa lelah. Selain itu, otot-otot yang terasa tegang, kejang, atau kaku, juga bisa lebih relaks. Kelenturan otot ini berguna ketika proses persalinan berlangsung kelak.
* Membantu mengurangi banyak gangguan kehamilan, seperti sakit punggung, kaki yang kaku, sakit kepala, serta bengkak di pergelangan kaki dan sekitar jari.
* Menstimulasi sekresi (pengeluaran) kelenjar, yang membantu menstabilisasikan kadar hormon dalam tubuh.
* Memulihkan depresi atau kekhawatiran yang disebabkan perubahan hormon tubuh ibu hamil.
* Membantu mengendurkan ketegangan saraf, sehingga membantu ibu hamil mudah tertidur dan tidak mengalami insomnia. Bahkan, diharapkan si ibu dapat tidur dengan nyenyak.

Kapan Tak Boleh?

Tunda dulu keinginan ke spa kalau Anda mengalami hal berikut.
* Perdarahan.
* Demam.
* Mengeluarkan banyak cairan, misalnya keputihan.
* Sakit menular.
* Muntah-muntah.
* Pre-eklampsia (gejala keracunan kehamilan).
* Tekanan darah tinggi.
* Diare.
* Sakit di perut.

Retno Wahab Supriyadi (ayahbunda-online.com )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar